Spirit Kalteng

Agustiar Ajak Masyarakat Kalteng Jaga Keberagaman Huma Betang

24
×

Agustiar Ajak Masyarakat Kalteng Jaga Keberagaman Huma Betang

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/IST ZIARAH - Anggota DPR RI Dapil Kalteng H Agustiar Sabran bersama istri dan keluarga lainnya ketika berziarah serta berdoa di makam mertua, di TPU Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Kota Palangka Raya, belum lama ini.

+Tangkal Radikalisme Melalui Filosofi Huma Betang
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Indonesia saat ini kerap dikhawatirkan dengan berbagai persoalan radikalisme, yang bisa saja berdampak negatif pada toleransi kerukunan antarumat beragama maupun lainnya. Selain itu, ada juga persoalan lain seperti dalam penyelesaian masalah maupun penyampaian pendapat atau aspirasi saja, terkadang masih terjadi potensi tindak kekerasan maupun gejolak

TABENGAN/IST
ZIARAH – Anggota DPR RI Dapil Kalteng H Agustiar Sabran bersama istri dan keluarga lainnya ketika berziarah serta berdoa di makam mertua, di TPU Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Kota Palangka Raya, belum lama ini.

Terkait itu, Anggota DPR RI Dapil Kalteng yang juga Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng H Agustiar Sabran, mengajak masyarakat di Kalteng untuk tetap menjaga falsafah Huma Betang, sebagai upaya menjaga kerukunan dan kedamaian antar sesama. Dijelaskannya, Huma Betang sendiri sebagai salah satu filosofi tingginya toleransi dan kerukunan antarsesama, di dalam satu wadah dengan beragam agama, suku dan ras.
“Seperti rumah Betang yang di dalamnya hidup beragam individu dengan sejumlah perbedaannya, namun mampu saling menghargai serta menghormati antarsesama,” ujar ketika dikonfirmasi Tabengan, Selasa (19/4).
Untuk itu dirinya mengimbau agar falsafah itu tetap dilestarikan dan dipertahankan, sehingga citra maupun julukan Bumi Pancasila bagi Kalteng tetap terjaga dengan baik.
Yang terpenting, ujarnya, hindari isu-isu provokatif yang bersifat memecah belah (hoaks) serta bijaksana memfilter secara positif dalam bermedia sosial. Hal ini penting karena terkadang banyak informasi yang tidak akurat kebenarannya, namun disebarkan untuk membuat gaduh.
Selain itu, pria ramah dan murah senyum itu juga mengajak masyarakat dalam memperkuat silaturahmi antarsesama. Melalui jalinan silaturahmi itu, maka akan muncul ikatan positif persaudaraan dan koordinasi yang baik. Apalagi silaturahmi antarsesama yang bermuara pada toleransi yang optimal, merupakan kunci dari kondusivitas suatu daerah.
“Saat ini tradisi silaturahmi terkadang sudah mulai terkikis dan jarang dilakukan. Untuk itu saya mengajak sering-seringlah bersilaturahmi dan menjalin kebersamaan, baik dengan teman, saudara, rekan dan lainnya, walaupun dalam lingkup perbedaan,” ujar Agustiar.
Yang tidak kalah penting, ucapnya, penyelesaian masalah maupun penyampaian perbedaan pendapat, diharapkan bisa dilakukan dengan musyawarah mufakat.
Hal semacam ini juga mencerminkan budaya Huma Betang, yang mana apabila ada permasalahan diselesaikan secara bersama-sama melalui musyawarah mufakat. Intinya, apabila ada penyampaian pendapat atau aspirasi maupun penyelesaian masalah, lakukan dengan santun, kepala dingin serta bermusyawarah bersama.
“Mari bersama-sama jalin silaturahmi, perkuat kebersamaan melalui falsafah Huma Betang dan hindari isu-isu atau hoaks yang bersifat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *