PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tingkat curah hujan yang tinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebabkan 3 kabupaten mengalami banjir parah yang berdampak signifikan bagi ribuan penduduk serta infrastruktur di wilayah tersebut.
Menurut data terbaru dari Pusat Data Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) per 18 Juni 2024, kabupaten terdampak meliputi Seruyan, Kotawaringin Barat (Kobar) dan Katingan. Total warga terdampak mencapai 24.262 jiwa, dengan 206 fasilitas umum dan 4.437 bangunan rumah yang rusak.
Di Kabupaten Katingan, banjir merendam 4 kecamatan dan 25 kelurahan/desa dengan ketinggian air mencapai 100 cm. Dampak mencakup 11.887 jiwa, 54 fasilitas umum dan 1.632 bangunan rumah. Sebanyak 9 orang dari wilayah ini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di Kobar, banjir dengan ketinggian air mencapai 100 cm menyebabkan kerusakan pada 3 fasilitas umum dan 437 unit bangunan rumah, serta mempengaruhi 2.112 jiwa.
Kemudian, Kabupaten Seruyan mengalami kondisi terburuk dengan 9 kecamatan dan 45 desa yang terendam banjir. Total 10.263 jiwa terdampak serius, sementara 146 fasilitas umum dan 2.386 bangunan rumah mengalami kerusakan.
Mayoritas pengungsi tercatat berasal dari Kabupaten Seruyan, dengan jumlah mencapai 103 jiwa, menggambarkan tingkat keparahan banjir di wilayah tersebut.
Ahmad Toyib, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng menegaskan, penanganan dan bantuan terhadap korban banjir terus dilakukan.
“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan dan memastikan keamanan serta kesejahteraan para pengungsi dan masyarakat terdampak,” ujarnya, Rabu (19/6). ldw











