Hukrim

FENOMENA VIDEO SYUR REMAJA PUTRI-Pencarian Identitas, Orang Tua Wajib Awasi Perilaku Anak

22
×

FENOMENA VIDEO SYUR REMAJA PUTRI-Pencarian Identitas, Orang Tua Wajib Awasi Perilaku Anak

Sebarkan artikel ini
FENOMENA VIDEO SYUR REMAJA PUTRI-Pencarian Identitas, Orang Tua Wajib Awasi Perilaku Anak
Ketua Satgas PPA Kalteng Yaya Kumala dan Psikolog Ari Pamungkas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Beberapa hari terakhir, Kalimantan Tengah (Kalteng) dihebohkan dengan sejumlah video syur yang dilakukan remaja putri, yang diduga dilakukan remaja putri asal Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) dan Murung Raya (Mura). Diduga, video tidak pantas tersebut direkam demi mencari penghasilan dengan menarik hadiah dari penonton melalui media sosial.

Dosen Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Palangka Raya sekaligus Psikolog, Ari Pamungkas menegaskan jika fenomena remaja putri yang membuat konten tidak senonoh demi uang tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan moral, melainkan berkaitan erat dengan aspek psikologis seperti pencarian identitas.

“Kebutuhan eksistensi, dan adanya tekanan dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti keamanan finansial. Remaja, yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, tekanan teman sebaya, dan godaan popularitas instan,” tegasnya, Senin (14/4).

Ari menambahkan, media sosial yang menjadi wadah pencarian validasi, di mana likes dan komentar dianggap sebagai bentuk penerimaan, hal seperti ini harus mendapatkan bimbingan ekstra guna mencegah korban tidak mendapat bulyingndikemudian hari.

“Tanpa bimbingan yang tepat, pencarian identitas ini dapat menyimpang, sehingga dibutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk memberikan pemahaman, dukungan emosional, dan edukasi digital yang membangun,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalteng Widya Kumala, sangat menyayangkan perilaku dari perbuatan asusila yang dapat merugikan para perekam video tersebut, peran pemerintah sangat penting dalam melakukan pencegahan guna

“Wah miris sekali ya sampai harus seperti ini. Harus menjadi perhatian pemerintah dan stakeholder terkait untuk melakukan pencegahan. PP Tunas sudah disahkan harus segera di aplikasikan agar tidak semakin banyak remaja yang merekam tindak asusilanya,” tuturnya.

Kak Yaya menegaskan,  peran orang tua sangat penting dalam mengawasi perilaku anak, selain itu peran orang tua juga harus mengawasi pergaulan anak, sebab, pergaulan sangat mempengaruhi setiap perilaku yang dilakukan anak.

“Orang tua harus lebih ketat lagi mengawasi putera puterinya. Bangun komunikasi yang baik dan kuat agar anak tidak terjerumus dalam hal hal seperti ini,” pungkasnya. mak