PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bunga (18) gadis asal Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) selama satu tahun terakhir mendapat perbuatan tidak menyenangkan seperti ancaman serta pemerasan dari Kumbang (24) karyawan sebuah rental Playstation (PS).
Bunga yang sudah tidak tahan atas ancaman dan pemerasan segera melaporkan kejadian tersebut ke Cak Sam, ketua Tim Virtual Bid Humas Polda Kalteng.
Kepada Cak Sam, Bunga mengaku jika ancaman dan pemerasan telah berlangsung selama satu tahun. Kumbang mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadinya jika tidak menuruti permintaan.
“Saya sudah kumpulkan bukti ancaman dan bukti transaksi tapi saya takut, bingung harus bagaimana lagi, saya minta tolong minta arahan dari Bapak,” ucap Bunga ketika curhat.
Sebelumnya Bunga dan Kumbang berkenalan melalui media sosial (medsos) Instagram (IG), kemudian keduanya membuat janji untuk bertemu di kos yang disewa Kumbang, di kost itulah awal mula Bunga dan Kumbang pertama kali bertemu.
Setelah pertemuan tersebut, Kumbang lalu menghubungi Bunga dengan maksud meminta Post A Picture (PAP) tidak mengenakan busana. Bunga sempat menolak permintaan Kumbang, namun Kumbang mengancam.
Cak Sam lalu menyarankan kepada Bunga agar melaporkan kasus tersebut ke Polres Kotim agar bisa diproses secara hukum, namum Bunga menolak karena takut orang tuanya bisa tahu.
Merespon keluhan dari Bunga, Cak Sam lalu menghubungi Kumbang untuk diberikan pembinaan dan peringatan serta menyuruh Kumbang untuk menghapus semua foto-foto Bunga, selain itu Kumbang juga disuruh untuk mengembalikan uang yang pernah dikirim Bunga.
Berkat pembinaan dan peringatan dari Cak Sam akhirnya Kumbang mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Bunga serta foto-foto Bunga yang ada pada Kumbang juga dihapus. Kumbang juga berjanji mengembalikan uang Bunga yang sudah di transfer sebesar Rp1,5 juta pada bulan depan saat Kumbang gajihan. mak











