PEMPROV KALTENG

Sidak DPMPTSP, Gubernur Warning Pejabat dan Investor, “Kalau Ada yang Coba Bermain, Saya Copot”

35
×

Sidak DPMPTSP, Gubernur Warning Pejabat dan Investor, “Kalau Ada yang Coba Bermain, Saya Copot”

Sebarkan artikel ini
SIDAK – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas PMPTSP Kalteng, Palangka Raya, Selasa (24/6)TABENGAN/ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan perizinan di daerah. Hal ini disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng, Selasa (24/6).

Gubernur dengan tegas menyatakan tidak akan menolerir adanya oknum yang bermain dalam proses perizinan.

“Saya pastikan, tidak ada perizinan yang kami tahan. Kalau ada yang coba-coba bermain, saya pastikan akan dicopot,” tegasnya memberikan warning kepada semua.

Menurut Gubernur, pelayanan investasi harus berjalan seimbang dengan kewajiban terhadap masyarakat dan daerah.

“Investasi jangan hanya minta pelayanan, tapi kewajibannya juga harus dipenuhi. Misalnya, perusahaan perkebunan yang ingin mengajukan pinjam pakai, silakan saja, tapi urus langsung, jangan pakai joki. Jokinya itu tidak tahu apa-apa, nanti malah dikira kami yang minta ini-itu,” ujarnya.

Gubernur juga memberikan arahan khusus kepada para dinas terkait dalam pelaksanaan kewajiban perusahaan di daerah.

“Kebun plasma harus dijalankan 20 persen, tenaga kerja juga harus dari lokal. CSR-nya harus ada, nabung di Bank Kalteng, pakai pelat KH, beli BBM di Kalteng, bukan di Banjarmasin atau tengah laut,” tegas Gubernur Agustiar.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengkritisi perilaku perusahaan yang merugikan daerah. Ia mencontohkan kasus di Kabupaten Gunung Mas, di mana jalan rusak berat akibat kendaraan over dimension over loading (ODOL) milik perusahaan.

“Kita perbaiki jalan, tapi rusak lagi karena ulah truk perusahaan yang nggak pakai pelat KH, nggak sesuai kapasitas muatan. Dana yang keluar untuk perbaikan jalan itu seharusnya bisa dialokasikan untuk program lain. Ini mubazir,” katanya.

Gubernur pun mengingatkan agar ke depan perusahaan tidak lagi membeli BBM dari luar daerah.

“Kemarin saja ada tiga truk kita tahan karena tidak punya dokumen lengkap. Mereka beli BBM di luar dan tidak berkontribusi ke PAD kita,” ucapnya.

Terkait kinerja aparatur, Gubernur Agustiar mengancam akan mengevaluasi dan mencopot pejabat yang tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Kalau ada yang keluyuran di pasar, atau terlibat isu-isu negatif, saya tidak akan ragu untuk mencopot,” ujarnya. ldw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *