PEMPROV KALTENG

ATASI KRISIS BBM-Gubernur Ajukan 5 Tuntutan ke Pertamina

91
×

ATASI KRISIS BBM-Gubernur Ajukan 5 Tuntutan ke Pertamina

Sebarkan artikel ini
ATASI KRISIS BBM-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran menyampaikan lima permintaan utama kepada Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan saat rapat koordinasi bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, Sabtu (9/5/2026) malam. FOTO TABENGAN/YULIANUS 

Executive GM Pertamina Kalimantan: Pertamina Pastikan Terus Koordinasi dengan Pemda Pastikan Stok BBM

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran menyampaikan lima permintaan utama kepada Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan saat rapat koordinasi bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, Sabtu (9/5/2026) malam.

Lima poin tersebut meliputi penambahan kuota BBM, penambahan jam operasional SPBU, penambahan personel pelayanan, pembangunan depo BBM, serta usulan legalisasi pengecer BBM di Kalteng.

Agustiar mengatakan, pemerintah provinsi bergerak cepat menyikapi antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat agar situasi tetap terkendali dan pelayanan distribusi BBM kembali normal.

“Kami ingin masyarakat itu senyum dan bahagia. Karena beberapa hari terakhir terjadi antrean, kami langsung mengantisipasi agar kondisi tetap aman,” kata Agustiar.

Menurut dia, meskipun pengelolaan SPBU bukan kewenangan pemerintah provinsi, namun pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik karena seluruh SPBU berada di wilayah Kalteng.

Ia menegaskan, salah satu langkah mendesak yang diminta kepada Pertamina adalah memperpanjang jam operasional SPBU hingga 24 jam pada titik-titik tertentu guna mengurai antrean kendaraan.

“Kami meminta SPBU tertentu bisa beroperasi 24 jam penuh. Kemarin masih sampai pukul satu dini hari, sekarang kami minta terus beroperasi agar masyarakat tidak kesulitan,” ujarnya.

Selain penambahan jam operasional, Pemprov Kalteng juga meminta tambahan personel pelayanan di SPBU agar proses pengisian BBM lebih cepat dan antrean kendaraan tidak semakin panjang.

Agustiar juga mengusulkan pembangunan depo BBM baru untuk memperkuat distribusi energi di Kalteng yang memiliki wilayah cukup luas dan tantangan geografis tersendiri.

Menurutnya, keberadaan depo tambahan akan membantu mempercepat suplai BBM ke sejumlah daerah sehingga risiko kelangkaan maupun keterlambatan distribusi dapat diminimalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar turut menyoroti tingginya konsumsi BBM nonsubsidi jenis Pertamax di Kota Palangka Raya. Ia menyebut kondisi tersebut berbeda dibandingkan sejumlah daerah lain yang umumnya didominasi konsumsi BBM subsidi seperti Pertalite.

“Kalau di daerah lain yang dicari biasanya BBM subsidi, tetapi di Palangka Raya justru banyak masyarakat mencari Pertamax,” katanya.

Sementara itu, Isfahani menyatakan Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan distribusi BBM serta pengembangan infrastruktur SPBU di wilayah Kalteng.

“Kami terus mengevaluasi kebutuhan penambahan SPBU dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujar Isfahani.

Ia menambahkan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan stok BBM tetap aman sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di Kalteng.

“Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar distribusi BBM tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tandasnya. ldw/ded-red

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *