Hukrim

NAPI LAPAS PALANGKA RAYA KABUR-Roy Sidabutar: Tingkatkan Pengawasan Terhadap Petugas

15
×

NAPI LAPAS PALANGKA RAYA KABUR-Roy Sidabutar: Tingkatkan Pengawasan Terhadap Petugas

Sebarkan artikel ini
NAPI LAPAS PALANGKA RAYA KABUR-Roy Sidabutar: Tingkatkan Pengawasan Terhadap Petugas
Roy Sidabutar

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Publik dikejutkan dengan kaburnya seorang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, bernama Hendrikus Yoseph Seran, saat mengikuti kegiatan kerja bakti bersama 12 warga binaan lainnya. Peristiwa ini menuai sorotan, tak hanya dari masyarakat, tetapi juga dari kalangan praktisi hukum.

Advokat Roy Sidabutar menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Menurutnya, meskipun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) telah melakukan banyak pembenahan, masih terdapat kelemahan di tingkat pelaksana.

“Belakangan ini kita lihat ada banyak perubahan positif di Ditjenpas. Namun, kemungkinan masih ada oknum di lapangan yang bekerja tidak sepenuh hati dan minim tanggung jawab,” ujar Roy, Senin (30/6).

Roy juga menyoroti masih adanya praktik peredaran narkoba di dalam lapas dan rumah tahanan (rutan) yang menurutnya menunjukkan dugaan keterlibatan oknum petugas.

“Kita menduga masih ada petugas yang bermain. Ini terbukti dari masih maraknya peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya audit internal dan peningkatan pengawasan terhadap petugas, khususnya sipir, untuk mencegah kelalaian dan penyalahgunaan wewenang.

“Pihak internal Kementerian harus rutin melakukan audit dan pengawasan ketat terhadap perilaku sipir. Jangan hanya napi yang diawasi, tapi petugas juga harus diawasi,” tegasnya.

Terkait napi yang kabur, Roy menilai perlu ada pemeriksaan menyeluruh terhadap petugas yang bertanggung jawab saat kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Jika terbukti lalai, beri sanksi disiplin. Namun jika ada unsur kesengajaan, harus diselidiki secara tuntas dan diproses hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Roy juga menyoroti persoalan klasik berupa overkapasitas lapas yang berdampak pada lemahnya pengawasan. Ia mendorong Kementerian untuk menambah jumlah personel pengamanan demi efektivitas pengawasan terhadap warga binaan.

“Ini penting, karena hampir semua lapas dan rutan mengalami kelebihan kapasitas. Penambahan personel pengamanan sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Roy tetap menyatakan optimismenya bahwa sistem pemasyarakatan dapat terus berbenah ke arah yang lebih baik.

“Kita tetap optimis. Tapi pengawasan harus dijalankan dengan intensif. Jangan hanya fokus pada napi, tetapi juga petugas sipirnya,” pungkasnya. mak