Hukrim

Suara Doa dari Balik Jeruji

8
×

Suara Doa dari Balik Jeruji

Sebarkan artikel ini
Suara Doa dari Balik Jeruji
IBADAH-WBP penganut agama Hindu Kaharingan ketika melakukan ibadah di Rutan Palangka Raya. FOTO ISTIMEWA

#Rutan Palangka Raya Rawat Keberagaman Agama

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dari balik jeruji besi, terdengar lantunan doa yang berbeda-beda namun berpadu dalam harmoni. Ada suara sholawat dari musala, nyanyian rohani dari ruang kebaktian, hingga kidung suci dan ritual Hindu Kaharingan sebagai agama asli masyarakat Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng).

Semua itu menjadi pemandangan biasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya, yang konsisten menjaga hak beribadah seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tanpa memandang keyakinan.

Lewat kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya, Rutan memastikan setiap WBP mendapatkan fasilitas ibadah yang layak dan kegiatan keagamaan yang terjadwal.

Untuk WBP Muslim, tersedia sholat berjamaah dan pengajian rutin, bagi Kristen dan Katolik, ibadah mingguan bersama pembimbing rohani gereja mitra, sementara penganut Hindu Kaharingan difasilitasi ibadah terjadwal yang melibatkan tokoh agama setempat.

Ruang ibadah diatur terpisah dan representatif, memberi kenyamanan dan kekhusyukan bagi setiap pemeluk agama.

Kepala Rutan Palangka Raya Wayan Arya Budiartawan, menegaskan bahwa hak beribadah adalah bagian penting dari pembinaan rohani yang berjalan berdampingan dengan pembinaan keterampilan dan kedisiplinan.

“Ibadah menjadi salah satu pilar membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. Semua agama kami fasilitasi dengan baik,” ujarnya.

Langkah ini disambut positif oleh WBP yang merasa dihargai dan lebih bersemangat menjalani pembinaan. Di balik perbedaan keyakinan, mereka menemukan rasa persaudaraan dan toleransi yang semakin erat, membuktikan bahwa dari balik jeruji pun, keberagaman bisa tetap hidup dalam damai. fwa