PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rutan Kelas IIA Palangka Raya menggelar doa bersama lintas agama dengan melibatkan umat Islam, Kristen dan Hindu Kaharingan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi bangsa yang tengah dihadapkan pada berbagai dinamika sosial, politik dan keamanan.
Melalui doa yang dipanjatkan bersama, seluruh jajaran dan warga binaan berharap kedamaian serta persatuan tetap terjaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Senin (01/09)
Pelaksanaan doa bersama ini menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi tantangan kebangsaan. Di tengah perbedaan latar belakang, seluruh pihak diajak untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, toleransi, dan cinta tanah air.
Rutan Palangka Raya meyakini, kekuatan doa mampu menjadi penopang semangat bangsa Indonesia agar tetap kokoh berdiri menghadapi segala bentuk ujian zaman.
Karutan Palangka Raya Wayan Arya Budiartawan, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai refleksi atas kondisi negara saat ini.
“Doa bersama lintas agama ini adalah pengingat bahwa persatuan merupakan kunci menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Dari dalam pemasyarakatan, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan besar untuk menjaga kedamaian NKRI,” ucapnya.
Selain sebagai penguatan spiritual, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran warga binaan agar dapat berperan positif setelah kembali ke masyarakat. Dengan nilai toleransi dan persaudaraan yang ditanamkan, diharapkan mereka dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keharmonisan bangsa, bukan justru menambah persoalan.
“Melalui kegiatan ini, Rutan Palangka Raya ingin menyampaikan pesan bahwa bangsa Indonesia akan tetap kuat jika setiap elemen masyarakat bergandeng tangan menjaga persatuan. Doa lintas iman yang bergema di balik tembok pemasyarakatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat untuk terus mengedepankan kedamaian, toleransi dan semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi negara yang dinamis,” pungkasnya. fwa











