Spirit Kalteng

7 Kasus Suspect ASF Ditemukan di Palangka Raya

40
×

7 Kasus Suspect ASF Ditemukan di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
7 Kasus Suspect ASF Ditemukan di Palangka Raya
ILUSTRASI

+Dinas Pertanian Minta Warga Waspada, Tunggu Hasil Uji Laboratorium

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya bersama Puskeswan Kalampangan mengonfirmasi adanya dugaan kasus African Swine Fever (ASF) yang menyerang populasi ternak babi di Kelurahan Sabaru. Dari total 65 ekor babi milik warga, lima ekor menunjukkan gejala ASF, sementara dua ekor di antaranya dilaporkan mati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan telah dilakukan dua hari sebelumnya terhadap lima ekor babi yang sakit dan dua sudah mati.

“Dari gejala klinis yang tampak, memang mengarah pada penyakit ASF. Namun untuk memastikan, kami masih menunggu hasil uji sampel darah yang sudah dikirim ke Balai Veteriner Banjarbaru,” jelasnya.

Sebagai langkah awal pencegahan, pihaknya sudah melakukan peningkatan biosekuriti di kandang yang terinfeksi dengan penyemprotan desinfektan serta mengimbau peternak agar menjaga kebersihan kandang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Kota Palangka Raya, drh. Ganjar Priyatno, menegaskan bahwa hingga saat ini kasus ASF di Palangka Raya belum dapat dipastikan.

“Memang ada laporan kematian babi dengan gejala yang mengarah ke ASF. Tetapi statusnya masih dugaan karena kita masih menunggu hasil laboratorium dari Banjarbaru,” ujarnya.

Ganjar menekankan pentingnya penerapan biosekuriti ketat di kalangan peternak. Ia meminta agar kandang dijaga tetap kering, bersih, dan hanya dapat diakses oleh pemilik.

“Jangan ada orang luar yang masuk. Hindari juga penggunaan pakan limbah, karena pengalaman menunjukkan pakan limbah sering menjadi pemicu penularan penyakit. Sebaiknya gunakan pakan yang sehat untuk menjaga stamina ternak,” imbaunya.

Selain itu, Ganjar juga mengingatkan agar tidak memasukkan babi dari luar daerah ke Palangka Raya demi mencegah penyebaran penyakit.

“Kondisi sebelumnya di Palangka Raya masih kondusif. Mudah-mudahan wabah ini bisa cepat tertangani,” tutup Ganjar.

Mengutip dari Borneo News.co.id, sebelumnya Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kalampangan, drh Eko Hari Yuwono, mengonfirmasi bahwa pihaknya menemukan sejumlah ternak yang menunjukkan gejala klinis mirip dengan ASF. Dari total 65 ekor babi yang dipelihara warga, lima ekor dilaporkan sakit, dan dua di antaranya mati.

“Gejala yang kami temukan meliputi demam tinggi, lemas, serta perubahan warna kulit pada bagian telinga dan perut. Dua ekor yang mati sudah kami ambil sampelnya untuk dikirim ke laboratorium guna memastikan apakah benar positif ASF,” katanya.

ASF merupakan penyakit menular pada babi yang disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat kematian tinggi. Meski tidak menular ke manusia, penyakit ini berdampak serius pada peternakan dan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika ada ternak babi yang menunjukkan gejala mencurigakan kepada Puskeswan terdekat, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. dte