Hukrim

Speed Boat Terbalik di Sungai Barito, 20 Penumpang Selamat

32
×

Speed Boat Terbalik di Sungai Barito, 20 Penumpang Selamat

Sebarkan artikel ini
SELAMAT-Seorang penumpang speedboad SB Fauziah Indah dievakuasi dan dibawa ke rumah warga di Desa Pendreh, Minggu (14/9) malam. FOTO ISTIMEWA

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Kecelakaan transportasi air terjadi di Sungai Barito pada Minggu (14/9) malam. Speed boat bernama Fauziah Indah yang melayani rute Muara Teweh-Buntok (PP) terbalik dan tenggelam di perairan Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, sekitar pukul 19.54 WIB. Seluruh 20 orang yang berada di dalam kapal, terdiri dari 17 penumpang, seorang nakhoda dan dua ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kejadian bermula ketika warga setempat mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan menggunakan perahu motor (kelotok) untuk melakukan evakuasi. Tim Tanggap Darurat BPBD Barito Utara juga langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan.

“Kami langsung menerjunkan personel TRC/Pusdalops PB ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi dan membantu proses evakuasi. Berkat kesigapan warga dan tim gabungan, 20 orang berhasil dievakuasi,”ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara Rizali Hadi.

Dari total korban, tiga orang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Dua di antaranya, Muhammad Rafi’i dan Ilham Triprayogi, masih menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh akibat luka-luka yang mereka alami. Muhammad Rafi’i mengalami luka di pelipis, sementara Ilham masih terbaring lemah dengan bantuan oksigen dan infus, meski masih dapat berbicara.

“Tidak tahu apa yang ditabrak tapi tau-tau sudah terbalik,” kata Ilham menirukan kejadian.

Keluarga Muhammad Rafi’i menuturkan, korban mengalami luka saat berusaha keras keluar dari dalam speed boat yang dalam posisi tertelungkup. Seorang korban selamat lainnya yang merupakan karyawan PLN menceritakan kesulitannya bernapas karena air di sekitarnya tercampur bensin yang tumpah.

“Saat itu bensin ada dimana-mana dan dapat tertelan saat berenang, air semuanya bensin, untung tidak ada api,” ujarnya.

Nakhoda kapal, Achmad Arfandi (Saka), beserta dua ABK, Rivaldo dan Yudi, telah dibawa ke Polres Barito Utara untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

BPBD Barito Utara mengimbau masyarakat pengguna transportasi air untuk selalu mengutamakan keselamatan, termasuk memastikan kelengkapan alat keselamatan dan mematuhi kapasitas angkut yang ditetapkan. c-old

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *