PEMPROV KALTENG

Banjir Terjang 5 Kabupaten di Kalteng 

46
×

Banjir Terjang 5 Kabupaten di Kalteng 

Sebarkan artikel ini
Banjir Terjang 5 Kabupaten di Kalteng. Inset foto Kepala BPBPK Kalteng Ahmad Toyib

*1.456 Jiwa, Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng melaporkan, hingga Sabtu (14/9), terdapat lima kabupaten yang terdampak banjir dengan kondisi cukup mengkhawatirkan.

Kepala BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan bahwa banjir ini disebabkan oleh intensitas curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.

“Update data per Sabtu sore, tercatat sudah ada lima kabupaten yang terdampak banjir, yaitu Barito Utara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Murung Raya, dan Seruyan,” kata Ahmad Toyib, di Palangka Raya, Senin (15/9).

Kabupaten Barito Utara menjadi salah satu wilayah terparah. Banjir yang terjadi sejak 12 September 2025 hingga 14 September 2025 merendam enam kecamatan dan 18 kelurahan/desa. Tinggi air dilaporkan mencapai 20 hingga 140 sentimeter.

Sebanyak 322 rumah terendam, 3 fasilitas kesehatan, 2 gereja, 1 masjid, 8 fasilitas pendidikan, 1 gedung pemerintah, serta jalan sepanjang 5.277 meter ikut terdampak, termasuk jembatan sepanjang 100 meter.

Sementara itu, di Kabupaten Lamandau, banjir melanda empat kecamatan sejak 10 hingga 13 September 2025. Sebanyak 305 kepala keluarga (KK) atau 1.013 jiwa terdampak, dengan 6 KK atau 17 jiwa harus mengungsi. Selain itu, 11 rumah terendam, 300 meter jalan tergenang, dan 6 tenda pengungsi telah didirikan.

“Di Lamandau, kondisi cukup serius karena ada warga yang terpaksa mengungsi. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan darurat,” ujar Ahmad Toyib.

Banjir juga melanda Kabupaten Kotawaringin Timur, tepatnya di Kecamatan Tualan Hulu sejak 11 hingga 13 September 2025. Meski ketinggian air mencapai 20–40 sentimeter di dua desa terdampak, laporan menyebutkan belum ada kerugian berarti maupun warga yang harus mengungsi.

Lain halnya dengan Kabupaten Murung Raya yang terdampak paling luas. Banjir yang mulai terjadi 12 September 2025 merendam tujuh kecamatan dan 51 desa/kelurahan. Sebanyak 142 KK atau 443 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai 10–30 sentimeter. Fasilitas umum juga tak luput, tercatat 4 fasilitas kesehatan, 13 masjid, 12 sekolah, serta 162 rumah terendam banjir.

Terbaru, banjir juga melanda Kabupaten Seruyan pada 14 September 2025. Dua kecamatan dan empat desa dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 20–40 sentimeter. Namun, belum ada laporan kerusakan maupun warga terdampak signifikan.

Secara keseluruhan, banjir di Kalteng hingga Sabtu sore telah berdampak pada 19 kecamatan dan 88 desa di lima kabupaten. Total 447 KK atau 1.456 jiwa terdampak, 6 KK atau 17 jiwa mengungsi, dengan kerusakan meliputi 7 fasilitas kesehatan, 2 gereja, 14 masjid, 20 fasilitas pendidikan, 2 gedung pemerintah, 100 meter jembatan, 5.577 meter jalan, serta 496 rumah terendam.

“Kami terus melakukan pemantauan di lapangan bersama BPBD Kabupaten dan Kota. Penyaluran bantuan logistik serta pendirian tenda darurat sudah dilakukan di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi di beberapa daerah,” tegas Ahmad Toyib. ldw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *