PEMPROV KALTENG

Bapperida-UPR Gelar Ekspose Penelitian Batubara Kalteng

31
×

Bapperida-UPR Gelar Ekspose Penelitian Batubara Kalteng

Sebarkan artikel ini
Bapperida-UPR Gelar Ekspose Penelitian Batubara Kalteng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Universitas Palangka Raya (UPR),melalui tim peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), menggelar kegiatan Ekspose Penelitian dengan tema “Masa Depan Batubara di Tengah Tekanan Global Menuju Dekarbonisasi Kalteng”, Kamis (31/7) di Gedung PPIIG Lantai 6 UPR.

Penelitian ini dilaksanakan antara lain, mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada transisi energi, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri Dinas ESDM Kalteng(Bidang Pertambangan), Bapperida Kalteng, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal Daerah dan PTSP, Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi, serta Bappeda Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Barito Utara.

Dalam paparannya, tim peneliti memaparkan, berdasarkan karakteristik geologi, batubara di Kalteng, berasal dari tiga formasi utama, yaitu Formasi Warukin, Formasi Tanjung, dan Formasi Batu Ayau.

Saat ini pemanfaatan batubara di Kalteng, masih didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta sebagian digunakan pada industri semen, tekstil, dan metalurgi.

Namun demikian, potensi hilirisasi batubara untuk mendukung dekarbonisasi dinilai sangat besar.

Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah coal gasification, yang berfungsi sebagai substitusi impor LPG, sekaligus memenuhi kebutuhan gas alam alternatif. Disamping itu, terdapat pula coal liquefaction, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi cair, serta coal briquette yang berperan dalam implementasi cofiring bersama biomassa.

Teknologi cokes making juga penting untuk mendukung optimalisasi industri smelter yang ada di Kalteng.

Lebih lanjut, pengembangan coal upgrading dinilai dapat meningkatkan kualitas batubara kalori rendah, sementara ekstraksi mineral dari batubara membuka peluang pemanfaatan material maju, termasuk logam tanah jarang dan bahan untuk agroindustri.

Selain itu, pengembangan blending facility cofiring, dan penerapan Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC), dapat mengoptimalkan pemanfaatan batubara bagi sektor kelistrikan nasional.

Mendukung upaya pengurangan emisi, teknologi Carbon Capture Storage/Utilization (CCS/CCUS) menjadi langkah strategis dalam menekan emisi CO₂, serta menyesuaikan arah kebijakan global menuju dekarbonisasi.

Ketua tim peneliti, Dr Deddy Nan Setya Putra Tanggara ST MT, menyampaikan, hasil penelitian ini diharapkan, dapat menjadi masukan penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, dalam menyusun strategi pemanfaatan batubara secara berkelanjutan.

“Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan, meskipun dunia sedang menuju dekarbonisasi, batubara Kalteng tetap memiliki peran penting, jika dikelola dengan pendekatan hilirisasi dan teknologi ramah lingkungan. Potensi pengembangan industri turunan batubara dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi baru di daerah,” ujarnya.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Kalteng dapat menjadi salah satu pusat inovasi pemanfaatan batubara, yang tidak hanya berorientasi pada energi konvensional, tetapi juga mendukung transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau.ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *