PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 turun ke masyarakat lewat agenda reses yang digelar di Kelurahan Palangka pada Selasa (15/4). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyerap langsung berbagai aspirasi warga sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah.
Dibuka dengan laporan dari Lurah Palangka yang menggambarkan kondisi wilayah, kegiatan berlanjut dengan sambutan Camat Pahandut dan pengarahan dari Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, yang juga merupakan wakil rakyat dari Dapil 2.
Ia menekankan bahwa suara warga, terutama yang disampaikan melalui RT, akan dihimpun dan dicatat dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bahan pokok pikiran DPRD.
“Tujuan resesnya adalah mendengar masukan dan saran dari masyarakat melalui RT yang nanti akan kita tuangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD. Harapannya nanti Bappeda menyusun kegiatan programnya berdasarkan masukan itu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh kelurahan. Subandi mendorong agar distribusi program pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah penduduk di masing-masing wilayah.
“Kita harapkan setiap wilayah, setiap tahunnya, harus ada pembangunan. Misalnya ada 30 kelurahan, tentu persentasenya disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kebutuhan wilayah masing-masing,” tambahnya.
Sejumlah persoalan klasik kembali mencuat dalam sesi dialog, salah satunya adalah keberadaan bak sampah di kawasan Jalan Batu Suli Induk yang dianggap mengganggu lalu lintas karena ditempatkan di jalan umum. Subandi mendorong RT setempat dan pihak kelurahan untuk segera mencari solusi dan relokasi.
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah minimnya perawatan taman-taman kota, seperti taman lansia di Kelurahan Palangka dan taman di Jalan Kinibalu. Warga mengeluhkan kondisi taman yang terbengkalai. Subandi mengusulkan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendata ulang taman yang ada dan jika anggaran terbatas, bisa melibatkan masyarakat melalui koordinasi dengan lurah.
“Harapan kami kepada DLH untuk menginventarisasi kembali taman-taman yang ada. Kalau memang anggarannya terbatas, bisa dikoordinasikan dengan lurah untuk melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, infrastruktur di kawasan Jalan Bukit Raya X juga jadi perhatian. Dimana pernah terjadi proyek pembangunan box culvert yang tidak dirampungkan dengan baik karena proses penimbunannya dianggap kurang maksimal. Subandi meminta dinas teknis segera turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi aktual.
“Di sana pernah dibangun box culvert, tapi penimbunannya kurang maksimal. Kita minta Dinas Teknis untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan,” kata Subandi.
Sementara itu, capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga menjadi sorotan. Masih rendahnya angka pembayaran PBB dinilai bisa ditingkatkan dengan melibatkan RT secara aktif dalam proses penagihan. DPRD merespons positif ide ini dan berencana menggelar rapat kerja bersama BPPRD serta OPD terkait untuk membahas skema pelibatan RT.
DPRD Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya agar seluruh masukan warga dalam reses ini tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar diupayakan masuk dalam prioritas pembangunan kota di masa mendatang.
“Reses ini bukan hanya agenda formalitas, tapi benar-benar sebagai wadah komunikasi antara masyarakat dan wakilnya di legislatif,” tutupnya. nws











