PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah memberikan sejumlah catatan kepada Bank Kalteng terkait kinerja dan rencana program tahun 2026. Catatan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bank Kalteng dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang membahas hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 serta reviu program dan kegiatan tahun 2026.
RDP tersebut juga menjadi bagian dari upaya DPRD Kalteng dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja badan usaha milik daerah sekaligus memastikan program-program yang dijalankan sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui
Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, mengatakan secara umum pihaknya mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai Bank Kalteng, baik dari sisi penguatan permodalan maupun peningkatan kinerja perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, hasi RUPS bersama Pemerintah daerah se-Kalteng menunjukkan bahwa Bank Kalteng telah menjalankan berbagai keputusan yang telah disepakati para pemegang saham, termasuk terkait pembagian dividen dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Dividen dibagikan kepada para pemegang saham, khususnya pemerintah kabupaten dan kota yang telah melakukan penyertaan modal. Kemudian program CSR juga terus dijalankan. Artinya Bank Kalteng telah melaksanakan apa yang diputuskan dalam RUPS,” ujar Purdiono, usai RDP, baru-baru ini.
Ia juga berharap berbagai rekomendasi yang pernah disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dapat terus ditindaklanjuti oleh manajemen Bank Kalteng sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola perusahaan.
“Ke depan kita berharap rekomendasi dari BPK RI yang telah diberikan dapat ditindaklanjuti dengan baik sehingga kinerja dan pelayanan Bank Kalteng semakin meningkat,” katanya.
Meski memberikan apresiasi atas capaian yang diraih, Komisi I DPRD Kalteng tetap mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasional perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang masih bergejolak.
“Kami memberikan catatan agar Bank Kalteng tetap mengedepankan kehati-hatian. Situasi ekonomi saat ini masih tidak menentu, baik karena faktor geopolitik, nasional maupun regional,” tegasnya.
Menurut Purdiono, ketidakpastian ekonomi global dan domestik harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar pertumbuhan yang telah dicapai dapat terus dipertahankan.
“Kita berharap ada kehati-hatian karena perekonomian masih mengalami pergolakan. Catatan ini kami sampaikan sebagai bentuk saling mengingatkan demi kemajuan Bank Kalteng ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai perkembangan Bank Kalteng hingga tahun 2026 menunjukkan tren yang cukup signifikan. Salah satu indikatornya adalah terpenuhinya ketentuan modal inti minimum sebagaimana yang dipersyaratkan regulator.
“Untuk kemajuan Bank Kalteng tahun 2026 ini cukup signifikan. Penyertaan modal inti sudah terpenuhi sebesar Rp3 triliun dan telah disahkan oleh OJK. Dengan kondisi tersebut, Bank Kalteng memiliki peluang untuk terus berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. jef/ded-red











