-
Spirit Kalteng

UPR HADIRKAN RUMAH OKSIGEN GRATIS DI TENGAH KABUT ASAP

121
×

UPR HADIRKAN RUMAH OKSIGEN GRATIS DI TENGAH KABUT ASAP

Sebarkan artikel ini
FOTO IST Rektor UPR, Prof Bhayu Rhama ketika meninjau rumah oksigen gratis di BEM UPR.  
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) memperkuat upaya perlindungan terhadap mahasiswa dan masyarakat yang terdampak kabut asap dengan menghadirkan Rumah Oksigen Gratis. Fasilitas yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR tersebut menjadi bentuk kepedulian kampus terhadap memburuknya kualitas udara di Kota Palangka Raya, sekaligus menyediakan layanan bagi warga yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi tersebut.

Rektor UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., mengatakan keberadaan Rumah Oksigen Gratis diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung, terutama bagi mahasiswa yang tetap menghadapi berbagai aktivitas di tengah ancaman paparan asap. Hal itu disampaikannya saat meninjau fasilitas tersebut, Senin (12/10/2026).

“Kita berharap Rumah Oksigen Gratis dari BEM UPR ini bisa memberikan dampak langsung bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat yang terpapar kabut asap yang sudah lama melanda Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya,” ujar Bhayu.

Menurutnya, dampak kabut asap perlu direspons melalui langkah nyata yang berorientasi pada perlindungan masyarakat. Tidak hanya mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, UPR juga mengambil kebijakan untuk menekan risiko paparan asap terhadap mahasiswa melalui penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Langkah konkret untuk melindungi mahasiswa di tengah kabut asap sudah kita lakukan dengan melaksanakan PJJ. Kita juga mendirikan Rumah Oksigen Gratis ini sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada mereka,” katanya.

Bhayu menambahkan, keberlangsungan fasilitas tersebut turut menjadi perhatian pihak universitas. UPR berupaya memberikan dukungan melalui ketersediaan logistik agar pelayanan Rumah Oksigen Gratis dapat berjalan secara konsisten selama masih dibutuhkan mahasiswa dan masyarakat terdampak.

“Kita juga menyiapkan logistik yang dimiliki. Kita berharap Rumah Oksigen ini bisa berjalan secara konsisten. Semaksimal mungkin kita terus memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bhayu juga menyampaikan apresiasi kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah yang telah mendukung inisiatif BEM UPR. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat upaya penanganan dampak kabut asap, khususnya dalam menyediakan dukungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Kadin Kalteng yang sudah mendukung langkah dari BEM UPR dalam membangun Rumah Oksigen ini,” ungkapnya.

Selain penanganan dampak kabut asap, Bhayu turut menyinggung pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang mendukung program nasional. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan berada dalam pemantauan pemerintah pusat agar keberlangsungannya tetap terjaga.

“Dalam program cek kesehatan gratis ini juga mendukung program nasional, sehingga terus terlibat dan terus termonitor oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Melalui penerapan PJJ, penyediaan Rumah Oksigen Gratis, serta dukungan logistik, UPR berupaya memastikan perlindungan terhadap mahasiswa tetap menjadi perhatian di tengah persoalan kabut asap yang berkepanjangan. Kampus berharap inisiatif BEM UPR tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi dampak kabut asap di Kalimantan Tengah. rmp/rca-red

-
-
-