PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa dalam penanganan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), akan dilakukan pada empat titik untuk melawan api, dimana pemadaman kebakaran di TNTP akan dilakukan baik darat maupun udara.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kehutanan usai rapat kordinasi perihal penanganan kebakaran hutan TNTP, rapat tersebut dilaksanakan di kantor Balai TNTP yang dihadiri Pangdam XXII TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc, Bupati Kobar, Unsur Forkopimda Kobar, Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, Kepala Balai TNTP dan BMKG.
“TNTP merupakan kebanggaan Nasional, dengan adanya musibah kebakaran di TNTP, maka semua unsur turun tangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, TNI-Polri dan Relawan gotong royong melakukan penanganan kebakaran di TNTP, peristiwa kebakaran hutan TNTP ini menjadi perhatian serius dari bapak Presiden Prabowo Subianto, sehingga berbagai cara kita upayakan agar kebakaran ini segera berakhir,” ujar Raja Juli Antoni, Rabu (14/10/2026).
Raja Juli menyampaikan berdasarkan hasil rapat koordinasi, dan setelah dilakukan pemetaan berdasarkan hasil pantauan Drone thermal, dari banyak titik api yang ada di TNTP, ada empat titik untuk melawan api yakni areal Pesalat mendekati kawasan Feeding, kemudian areal Teluk Pulau ada di Sungai buluh kecil dan besar. Selain itu, Sungai Perlu dan Tanjung Rengas.
“Empat titik ini kita akan gempur untuk melawan api agar api tidak masuk sampai ke zona inti, diantaranya akan dibuat sumur bor, penambahan personil sebanyak 160 personil, ditambah lagi dengan relawan yang ada 30 relawan, dan kami juga membuat pagar sekat mengingat di TNTP gambutnya selain juga akan operasi Water Bombing dan OMC,” ujar Raja Juli Antoni.
Dimana lanjutnya, di Kalimantan Tengah ini ada ada enam pesawat Water Bombing, karena Visibility itu sehingga tidak bisa beroperasi, akan tetapi ada alternatif semua helikopter Water Bombing akan di alihkan ke bandara Kuala Pembuang, mengingat arah angin dari tenggara sehingga aman untuk operasi Water Bombing bisa dilakukan di kawasan Hutan TNTP.
“Termasuk operasi OMC pun akan dilakukan pada tanggal 15 dan 16 Oktober, Pesawat OMC akan di terbangkan ke Kuala Pembuang, dan pemerintah daerah Kobar pun telah membentuk Masyarakat Peduli Api dari desa desa yang ada disekitar TNTP, pada prinsipnya pemerintah pusat tidak tutup mata dengan adanya kejadian kebakaran di Indonesia termasuk Kalimantan Tengah, kami hadir untuk dalam penanganan Kebakaran tersebut, dan bantuan pun telah kami Kerahan, termasuk untuk mesin pompa saat ini telah tiba di Banjarmasin tinggal bergeser ke Kotawaringin Barat,” ujar Raja Juli Antoni. (yulia /jsi-red)











