Spirit Kalteng

Ratusan Burung Gagal Diselundupkan

31
×

Ratusan Burung Gagal Diselundupkan

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/FERRY WAHYUDI KONFIRMASI- Kepala BKSDA Kalteng Nur Patria ketika dikonfirmasi kasus penyelundupan burung.

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara menggagalkan penyelundupan ratusan ekor burung asal Kalimantan Tengah yang datang di Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Setelah melalui proses translokasi dan berbagai tahapan, ratusan satwa yang beberapa merupakan endemik khas Kalteng tersebut lalu diberangkatkan kembali ke Palangka Raya.

Kepala BKSDA Kalteng Nur Patria mengatakan, kejadian berawal ketika petugas Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Balai Besar Karantina Pertanian Kota Surabaya, meringkus terduga pelaku yang membawa 122 ekor burung  dari Pelabuhan Paciran Lamongan.

“Ratusan ekor burung dikirim dari Kalteng melalui Pelabuhan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau menggunakan kapal perintis untuk dikirimkan ke seseorang yang ada di Jatim,” katanya, Rabu, (9/2).

Dari 122 ekor burung yang diamankan, 90 ekor di antaranya termasuk burung yang dilindungi, sementara 32 ekor lainnya merupakan burung yang tidak dilindungi.

Terdiri dari burung jenis Tiong Emas sebanyak 11 ekor, Cica Daun Besar 14 ekor, Tangkar Ongklet 2 ekor, Anis Kembang 11 ekor. Kemudian Kucica Hutan 5 ekor, Kacamata Biasa 11 ekor, Sikatan Cacing 8 ekor, Merbah Belukar 14 ekor, Serindit Melayu 44 ekor dan Perlin Kumbang 2 ekor.

“Ada 4 ekor burung yang mati. Kita rawat sementara dan akan dilepasliarkan di Bukit Kalaweit, Tangkiling, besok hari,” ujarnya.

Patria mengungkapkan, maraknya penyelundupan burung dari Kalteng dipastikan karena adanya permintaan dari konsumen. Selama ini penyelundupan biasa menggunakan kapal-kapal perintis melalui pelabuhan kecil yang jarang dideteksi petugas.

“Kalau untuk bandara dan pelabuhan umum sudah dapat dipastikan ada petugas yang mengawal. Namun, penyelundupan sering kali dilakukan di pelabuhan kecil yang belum ada petugas,” tuturnya. fwa 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *