Spirit Kalteng

PMII Demo Minta Pemprov Tolak Kenaikan BBM

15
×

PMII Demo Minta Pemprov Tolak Kenaikan BBM

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS SL TOLAK KENAIKAN BBM-Puluhan mahasiswa dari PMII Kalteng gelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Kalteng, Jalan G Obos, Kota Palangka Raya, Jumat (2/9/2022).

Onel: Covid-19 Turun, Kenaikan BBM Jangan Cekik Masyarakat

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Kalteng, Jalan G Obos, Kota Palangka Raya, Jumat (2/9/2022).

Aksi massa merupakan imbas dari rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah pusat.

Ketua PKC PMII Kalteng Fahrizal mengatakan, dalam aksi ini ada sejumlah tuntutan yang dilayangkan kepada Gubernur Kalteng. Antara lain, meminta Pemprov Kalteng untuk menolak kenaikan harga BBM.

Mahasiswa juga meminta Pemprov Kalteng dapat mengawasi dan menertibkan SPBU agar penyaluran BBM subsidi dan non subsidi tersalurkan secara tepat sasaran.

“Kami mendorong pemerintah, agar dapat membentuk tim Satgas dalam menindak tegas kepada mafia ataupun oknum penimbun BBM bersubsidi di Kalteng,” katanya.

Pihaknya juga mendorong pemerintah agar dapat lebih berdaulat dalam pembelian BBM dari produsen minyak termurah.

“Akan kami berikan waktu satu minggu dari hari ini. Kalau tuntutan kami tidak dikabulkan, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng diwakili Asisten Setda Kalteng Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Katma F Dirun menuturkan, berbagai aspirasi yang telah disampaikan, dinilai sangat berdampak baik bagi kemajuan daerah.

“Tentu usulan-usulan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan kami, untuk kemudian dilakukan evaluasi,” tuturnya saat menemui para pendemo.

FSPTI Kalteng: Kenaikan Bisa Terjadi

Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Kalimantan Tengah (FSPTI Kalteng) secara tegas pula menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Pandemi Covid-19 yang baru saja menurun, dan ekonomi yang perlahan pulih, apabila terjadi kenaikan BBM sama saja kembali mencekik leher masyarakat.

Kendati demikian, kata Ketua FSPTI Kalteng Cornelis, memprediksi BBM akan tetap mengalami kenaikan. Kenaikan BBM diprediksi akan mengalami kenaikan pada pertengahan September 2022 ini, yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Menurt Onel sapaan akrab Cornelis, ada 2 faktor utama yang membuat BBM diprediksi akan tetap mengalami kenaikan. Berdasarkan pidato yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, anggaran untuk subsidi BBM cukup besar, dan BBM subsidi akan habis pada bulan Oktober 2022. Ini adalah dasar mengapa BBM diprediksi akan tetap mengalami kenaikan.

“Masyarakat diharapkan jangan lengah dengan batalnya pemerintah menaikan harga BBM. Pemerintah diperkirakan masih melakukan kalkulasi berapa nilai kenaikan BBM yang tepat untuk dinaikkan. Rp 10 ribu untuk BBM jenis pertalite, berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan masih membebani APBN,” kata Onel, saat memberikan komentar terkait dengan batalnya kenaikan BBM subsidi, Jumat (2/9) di Palangka Raya.

Batalnya kenaikan harga BBM, lanjut Onel, bukan berarti pemerintah “mendengar” apa yang menjadi keluhan masyarakat. kembali, pemerintah sedang melakukan kalkulasi atau perhitungan berapa kenaikan BBM yang tepat, mengingat subsidi BBM sekarang ini dinilai sangat membebani APBN, dan juga prediksi BBM subsidi yang akan habis pada Oktober 2022.

Onel menyampaikan, menaikan harga BBM subsidi khususnya jenis solar tentu menjadi dilema bagi pemerintah. Disatu sisi, BBM subsidi jenis solar ini digunakan masyarakat untuk mengangkut berbagai jenis komoditas, dan juga untuk angkutan umum. Disisi lain, BBM subsidi jenis solar ini diduga masih banyak dikonsumsi oleh perusahaan besar.ded/fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *