PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kendati berbagai diterpa berbagai isu maupun informasi hingga ada pihak yang ingin meredam perjuangan Tenaga Kontrak (Tekon) yang dinonaktifkan oleh Pemprov Kalteng, pihaknya tetap terus bergerak melalui berbagai cara.
Menurut perwakilan Tekon nonaktif Ro, apapun bentuknya perjuangan pihaknya tidak akan berhenti sampai dimanapun. Intinya berbagai jalur akan ditempuh, termasuk nantinya juga jalur hukum maupun lainnya. Memang untuk saat ini pihaknya telah menempuh sejumlah konsep seperti pelaporan ke Komisi Informasi (KI) Kalteng hingga mengadu ke Ombudsman dan DPRD Kalteng.
“Memang untuk KI dan Ombudsman masih berproses, kita tunggu hasilnya nanti. Sementara untuk yang ke DPRD Kalteng juga menunggu panggilan diperlukan, terkait Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ujarnya kepada Tabengan, Rabu (28/9). Selain itu sebelumnya memang pihaknya sempat melakukan aksi damai, dalam menyampaikan aspirasi serta keluhan akibat tidak bekerja selama hampir 10 bulan setelah dinonaktifkan.
Ro juga menjelaskan saat ini jumlah tekon yang juga menunggu nasib, bahkan nantinya terus ikut berjuang ada sekitar 100 orang lebih. Sementara masih ada juga beberapa dari yang sudah dinonaktifkan dengan jumlah 1.300 orang lebih tersebut.
Selain itu, ujarnya, sebelum itu pihak pemprov Kalteng melalui BKD Kalteng, menginstruksikan pihaknya untuk berwiraswasta. Selain itu, dalam pengarahan sebelumnya, disebutkan akan ada PNS yang memperbantukan mereka, agar bisa membangun usaha mandiri. Sayangnya hal itu mereka tolak, dengan alasan tidak layak bahkan bukan juga sebuah solusi.
Bahkan pihaknya melihat tawaran itu sebagai upaya meredam aksi serta gejolak protes tekon nonaktif, untuk tidak muncul ke permukaan. Selain itu juga dinilai indikasi memecah kesatuan tekon, dalam memperjuangkan hak mereka. Apalagi Ro menyatakan, pihaknya tidak akan berhenti dalam berjuang dan terus secara bertahap melakukan berbagai upaya baik secara hukum, aturan dan lainnya.
“Kami akan tetap berjuang hingga akhir. Bukan tidak mungkin akan ada aksi, namun kami belum bisa menyampaikan kapan akan digelar dan direncanakan hal tersebut,” pungkasnya.drn











