Spirit Kalteng

Rp442,6 Miliar Uang Baru Beredar di Kalteng

27
×

Rp442,6 Miliar Uang Baru Beredar di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yura Djalins

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yura Djalins menegaskan, sejak awal diresmikan pengedarannya pada 18 Agustus 2022, Bank Indonesia belum mendapatkan temuan atas uang palsu (upal), baik dari kegiatan Pengolahan Uang, Loket Penukaran Uang maupun pengajuan dari Bank Umum, Selasa (11/10/2022).

Disebutkan Yura, uang baru hingga Oktober berjalan telah diedarkan sebanyak Rp442,6 miliar khusus di Kalteng, sedangkan secara nasional uang yang beredar pada semester 1-2022 sebesar Rp5.541 triliun.

Yura menjelaskan, salah satu tujuan dari pengedaran uang Rupiah Tahun Emisi 2022 (TE’22) adalah sebagai bentuk respons BI atas keinginan masyarakat agar uang rupiah yang ada saat ini memiliki security features lebih andal, desain yang lebih menarik, mudah disimpan dalam kemasan dan durabilitas bahan uang yang lebih baik, sehingga kualitas uang yang beredar lebih memenuhi keinginan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap uang emisi 2022 ini, sepanjang ciri-ciri pengaman pada bahan uang dan unsur pengaman pada teknik cetaknya masih dapat diketahui, maka kita tidak perlu ragu menggunakan uang tersebut yang tingkat pengamanannya lebih baik dari sebelumnya,” bebernya kepada Tabengan.

Terkait dengan spesifikasi detail uang Rupiah Emisi 2022 maupun uang-uang yang masih berlaku dalam peredaran, masyarakat luas dapat mengunjungi laman https://www.bi.go.id/id/rupiah/gambar-uang/Default.aspx untuk mengetahui lebih jauh terkait dengan ciri-ciri keaslian pada uang rupiah.

“Di samping itu, sebagai upaya mitigasi peredaran upal di masyarakat, hendaknya kita mengetahui beberapa hal yang juga dapat kita pelajari, baik itu saat bertransaksi maupun setelah bertransaksi. Hal tersebut dapat kita lihat juga pada laman https://www.bi.go.id/id/rupiah/pencegahan-rupiah-palsu/Default.aspx. Semoga dengan mengetahui ciri-ciri keaslian rupiah dan bagaimana upaya untuk memitigasi peredaran upal kita dapat terhindar dari kerugian akibat peredaran upal,” imbuhnya.

Selanjutnya, sambung Yura, upaya yang dilakukan oleh KPwBI Kalteng untuk menginformasikan dan mengedukasi  masyarakat luas akan uang baru beserta unsur-unsur pengaman beserta cara merawat uang rupiah, telah dilakukan sosialisasi secara masif dan rutin melalui gerakan KALTENG BERBICARA (Bersama belajar Inflasi, Cinta-Bangga-Paham Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran) kepada seluruh lapisan masyarakat mulai dari peserta didik (SD, SMP, SMA), perkumpulan ibu-ibu, ASN dan lain-lain yang bertujuan agar semua kalangan dimaksud dapat mengetahui rupiah dengan lebih baik.

Yura juga menjelaskan, mengapa masih banyak ATM Bank yang belum menyediakan uang baru? Menurutnya, komposisi uang emisi lama di setiap bank umum saat ini masih lebih banyak jika dibandingkan dengan emisi yang baru. Uang-uang ini tentu masih dapat didistribusikan kepada masyarakat, baik secara tunai di setiap loket perbankan maupun di setiap Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan. Masyarakat mungkin melihat peredaran uang Rupiah Emisi 2022 masih sedikit melalui ATM, hal ini terjadi karena beberapa hal.

Pertama, penggantian emisi uang yang disediakan ATM menurut bank adalah sesuai instruksi dari Kantor Pusat, sehingga perbankan masih menunggu komando dari masing-masing KP.

Kedua, mesin-mesin ATM disediakan oleh berbagai macam vendor, karenanya kantor pusat bank umum pemilik mesin juga masih menunggu upgrading software dari masing-masing vendor.

Ketiga, cartridge uang pada mesin ATM saat ini menurut bank, mesti diganti menyesuaikan dimensi ukuran uang emisi baru, karenanya setiap ada pergantian emisi, perlu waktu untuk mengakomodir penyesuaian untuk bentuk dan ukuran uang.

Keempat, di Palangka Raya sendiri, sebenarnya sudah ada beberapa bank yang menyediakan ATM uang emisi baru, namun masih terbatas pada ATM on premises, yakni ATM di dekat kantor-kantor cabang saja. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *