Spirit Kalteng

Kinerja KPPN Sampit Capai Rp 886,35 M

32
×

Kinerja KPPN Sampit Capai Rp 886,35 M

Sebarkan artikel ini

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Kinerja APBN wilayah kerja KPPN Sampit yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Seruyan, sampai dengan periode 30 September 2022, sektor Pendapatan tumbuh sebesar Rp.886,35M atau 87.38 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 (yoy).

Kepala KPPN Sampit  Deni Rusdijaman mengatakan untuk sektor belanja negara turun Rp1,80M atau -0,06 persen (yoy), dengan kontributor utama penurunan adalah belanja modal (turun 79,69 persen yoy). Dimana kenaikan pendapatan APBN lingkup KPPN Sampit baik dari sisi perpajakan, bea keluar dan penerimaan PNBP, utamanya masih bersumber dari kondisi perekonomian yang terus membaik dan tingginya harga komoditas di wilayah Kotim, Katingan dan Seruyan meskipun masih dipengaruhi oleh dampak kenaikan harga BBM.

“Sementara untuk penurunan kinerja Belanja APBN secara nominal disebabkan adanya penurunan alokasi Belanja Modal sebesar Rp38,20M atau turun 59,21 persen  yoy,” ujarnya Selasa (1/11/2022).

Sementara itu lanjutnya untuk kinerja APBN sampai dengan akhir September 2022, realisasi Pendapatan APBN Lingkup KPPN Sampit mencapai Rp1.900,71M atau mengalami kenaikan sebesar Rp.886,35M (87.38 persen yoy). Kontributor utama atas tingginya pertumbuhan penerimaan tersebut berasal dari komponen penerimaan perpajakan, yaitu penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) yang naik sebesar Rp314,08M (76.39 persen yoy), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik sebesar Rp267,05M (59.69 persen yoy), pajak perdagangan berupa Bea Keluar yang naik sebesar Rp162,99M (523.90 persen yoy) dan Bea Masuk naik sebesar Rp1,71M (99.3 persen yoy).

Dimana realisasi Penerimaan PPh sebesar Rp723,06M didominasi peningkatan penerimaan PPh 25/29 badan sebagai efek semakin membaiknya laba usaha perusahaan berdasarkan laporan keuangannya dan membaiknya pertumbuhan ekonomi dibanding masa pandemi tahun 2021.

Penerimaan PBB sebesar Rp220,08M, meningkat sebagai dampak pembayaran PBB Tahun 2022 oleh wajib pajak sebelum jatuh tempo dan kerjasama KPP Pratama Sampit dengan Pemerintah Daerah.

Sedangkan realisasi penerimaan PPN sebesar Rp714,45M mengalami pertumbuhan dikarenakan membaiknya harga komoditas terutama TBS dan harga CPO serta adanya penurunan restitusi PPN.

Realisasi penerimaan Bea Keluar Tahun 2022 sebesar Rp194,10M di dominasi oleh penerimaan ekspor Washed Bauksit dan sisanya dari ekspor komoditas CPO serta produk turunannya. Dana sawit mengalami penurunan sebagai dampak fluktuasi/turunnya harga komoditas CPO dan produk turunannya serta sempat adanya larangan ekspor CPO serta produk turunannya. Untuk penerimaan Bea Masuk sebesar Rp3,43M mengalami kenaikan hampir 100 persen yoy sebagai dampak meningkatnya BC 2.5 (pengeluaran dari KB utk dijual di TLDDP) dengan komoditas pengemas produk turunan CPO. Selanjutnya, realisasi PNBP s.d September 2022 mencapai Rp33,89 M miliar atau mengalami kenaikan Rp16,46M (94.44 persen yoy).

Untuk PNBP, sampai dengan 30 September 2022 terealisasi Rp33,89M, naik 94.44 persen yoy. Khusus PNBP Pengelolaan Aset terdapat pertumbuhan sebesar Rp0,37 M (48,12 persen yoy). Dari total realisasi PNBP Aset sampai dengan 31 September 2022 sebesar Rp1,15 M, khusus untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan yang menjadi mitra kerja KPKNL Pangkalan Bun, terealisasi sebesar Rp 0,51 M dengan penyumbang terbesar dari satker Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur dan Polres Seruyan. Pertumbuhan tersebut mengindikasikan mulai pulihnya layanan K/L pasca pandemi.

Pada sisi lain, kinerja Belanja APBN mencapai Rp2.836,62M (72 persen dari pagu), yang terdiri dari dari Belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Realisasi Belanja K/L sebesar Rp344,06M (69 persen dari pagu), dengan rincian komponen belanja yaitu Belanja Pegawai mencapai Rp205,15M (75 persen), Belanja Barang mencapai Rp128,46M (63%), Belanja Modal mencapai Rp10,45M (40%).

Kinerja Belanja APBN lingkup KPPN Sampit mengalami penurunan sebesar Rp1,8M atau sebesar minus  0,06% (yoy), utamanya disebabkan oleh penurunan di Belanja Pemerintah Pusat khususnya realisasi Belanja Modal (turun 79,69% yoy). Sejumlah kendala lelang dan budaya perlambatan aktivitas K/L yang terjadi pada awal tahun anggaran 2022 menjadikan realisasi belanja masih perlu untuk dioptimalkan, sehingga tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Selain itu, terdapat perlambatan pelaksanaan kegiatan yang telah dikontrakkan akibat adanya kebijakan penyesuaian BBM.

Selanjutnya, realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah mencapai Rp 2.492,56M (73.05% dari pagu). Penyaluran DAK Fisik telah mencapai Rp116,53 M (43.72% dari pagu Rp266,56 M), dengan persentase penyaluran tertinggi pada Pemda Seruyan sebesar 51.63%. Penyaluran DAK Fisik menurun dikarenakan adanya penurunan pagu dibanding tahun 2021. Untuk Dana Desa, penyaluran telah mencapai Rp225,03M (62.10% dari pagu Rp362,40M), dengan persentase penyaluran tertinggi pada Pemda Katingan sebesar 82.79%. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *