Spirit Kalteng

Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun Macet Lagi

37
×

Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun Macet Lagi

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/HENDY
MACET- Antrean panjang kendaraan di Desa Rabauh, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gumas, Jumat (18/11).

*Terhalang Truk Batu Bara dan Ada Truk Terguling  

KUALA KURUN/TABENGAN.CO.ID Kemacetan kembali terjadi di ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun, tepatnya di Desa Rabauh, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (18/11).

Kemacetan terjadi akibat truk pengangkut hasil produksi perusahaan besar swasta (PBS) rusak di tengah jalan. Tingginya intensitas truk pengangkut hasil produksi PBS di ruas jalan yang masih rusak parah itu, menyebabkan antrean kendaraan sangat panjang.

Antrean panjang tersebut tentu saja disesalkan oleh para pengguna jalan umum, karena sangat mengganggu perjalanan. Indra, salah satu warga pengguna jalan, mengaku sudah mengantre selama 3 jam di Desa Rabauh.

“Dari jam 3 sore hingga jam 6 sore belum ada bergerak akibat antrean ini. Ini sangat mengganggu perjalanan kita,” ucapnya kesal.

Selain itu, Indra menyebut antrean terjadi akibat truk PBS yang tidak mau kalah atau tidak mengikuti aturan, dengan menyerobot jalan yang seharusnya untuk pengguna jalan dari arah berlawanan.

“Bagaimana cepat lancar, truk besar ini yang tidak ikut aturan, malah mengambil atau menyerobot jalur bagi pengguna yang dari arah Palangka,” katanya.

Sementara itu, Hermanto, warga Desa Rabauh, mengungkapkan, antrean terjadi sejak 15 November lalu. Hingga saat ini antrean masih terjadi dan didominasi oleh truk-truk angkutan PBS.

“Antrean sekarang lebih panjang, dari Desa Rabauh, Kecamatan Sepang sampai Desa Tuyun di Kecamatan Mihing Raya.” ungkapnya.

Ia khawatir apabila ada pasien dari Rumah Sakit Kuala Kurun yang harus dirujuk ke Palangka Raya akan ikut tertahan panjangnya antrean.

“Bagaimana jika ada pasien kritis yang harus dirujuk ke Palangka Raya, karena antrean ini akan memperlambat pengantaran pasien. Semoga saja tidak ada pasien kritis selama antrean ini,” pungkasnya.

Sementara itu beberapa sopir mengatakan, dari kemarin siang menuju Kuala Kurun baru tadi subuh bisa sampai.

“Macet itu karena banyak truk batu bara bawa muatan berat jadi ngga bisa nanjak oleh jalan licin, jadi mereka berhenti di jalan. Akibatnya menghalangi pengguna jalan lain  yang ada dibelakang,” kata salah satu sopir.  c-hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *