Hukrim

Pemuda Selat Tinggalkan Surat Wasiat Sebelum Bunuh Diri

54
×

Pemuda Selat Tinggalkan Surat Wasiat Sebelum Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA BUNUH DIRI – Jasad MR saat berada di kamarnya usai bunuh diri, Rabu (23/11) petang. 

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID –   Seorang pemuda berinisial MR, warga Jalan Tendean Gang 10 Nomer 07  RT 20 Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat. Pemuda itu nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan  seutas tali nilon di tiang kamar tidurnya.

MR ditemukan dalam kondisi tewas tergantung pada Rabu (23/11) sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian itu sempat membuat geger warga sekitar. Sebab, sebagian warga sedang bersiap untuk melaksanakan sholat maghrib. Kejadian ini diketahui setelah salah satu keluarganya berteriak minta tolong.

Oleh warga yang datang ke rumah korban, langsung membantu pihak keluarga untuk mengevakuasinya. Namun usaha tersebut terlambat karena kondisi korban  diperkirakan sudah tergantung lama, sehingga pada saat diturunkan sudah tidak bernyawa lagi. Kasus itu segera dilaporkan ke Polsek Selat.

Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Iyudi Hartanto secara langsung datang ke TKP bersama tim identifikasi Polres Kapuas guna melakukan pemeriksaan, sekaligus menggali keterangan kepada keluarganya yang tinggal di rumah tersebut, apa motif hingga korban nekad mengakhiri hidupnya tersebut.

Informasi keluarga, sebelum mengambil jalan nekad tersebut, korban meninggalkan pesan melalui sebuah surat. Dari surat itu diketahui, korban merasa kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya, terlebih perhatian dari kedua orangtuanya.

Ada 3 lembar surat yang sengaja ditinggalkan korban  sebelum mengakhiri hidupnya. Surat pertama berbunyi: “Bah tuh ada helm  gasan Pian, walaupun kada saganal apa yang pian sudah bari lawan ulun, setidaknya ada jua ulun sudah mambari Pian bah”. (Bapak ada helm untuk sampeyan, walaupun tidak sebesar yang sampeyan berikan kepada saya, setidaknya ada juga yang saya berikan kepada sampeyan)

Kemudian  di surat kedua: “Ulang tahun kada suah dirayai akan, kada usah dirayaiakan diucapi akan selamat gen kada suah, melihat orang dirayai akan rasa handak manangis ada jua malihat, masa kecil sudah hancur, sayang kai sudah kadida, kai ja dahulu nang bisa maolah Ulun tatawa sambil manangi, yang lainya bulssit”.  (ulang tahun tidak pernah dirayakan, diberi ucapan selamat juga tidak pernah. Melihat orang lain dirayakan, ingin menangis melihatnya. Masa kecil hancur, sayangnya kakek sudah tiada. Kakek saja yang dulu bisa membuat saya tertawa, yang lainnya omong kosong)

Sementara di surat ketiga tertulis rasa kecewanya kepada bapaknya: “maafkanlah ulun selama hidup kada bisa jadi anak baik gasan Pian bah ae, harusnya Pian tahu kanapa Ulun kayaini, tapi Pian malah mempesulit Ulun, Amun Pian kira Ulun ne kuat, Pian salah, ulun ne rapuh, Amun di ibaratkan ulun tanaman,  sudah kada taurusi lagi, Pian baik baik bah lah, seharusnya Pian kada usah mikir, Ulun ne kada kakanakan lagi. Amun pian kira Ulun ne kada sayang lawan,  pian salah, Ulun ne sayang lawan pian, tapi kada tahu keapa cara menyenng akan pian, rajin tu Pian jua bang maolah Ulun sakit hati, Pian ada masalah Ulun jua Nang takana imbasnya, Maaf Bah lah Ulun badahulu,  Ulun sudah kada sanggup lagi, sehat sehat ja tarus gasan abah-mama lawan ading sinta”.

(maafkanlah selama hidup tidak bisa jadi anak baik untuk bapak, harusnya bapak tahu kenapa saya seperti ini, tapi bapak malah mempersulit saya. Kalau bapak mengira saya kuat, bapak salah, saya ini rapuh. Seperti tanaman, sudah tidak diurusi. Semoga bapak baik-baik saja, seharusnya bapak tidak menganggap saya anak-anak lagi. Kalau bapak mengira saya tidak sayang, bapak salah. Saya ini sayang sama bapak, tapi tidak tahu gimana caranya menyenangkan hati bapak. Bapak juga suka membuat saya sakit hati. Bapak ada masalah, saya juga yang kena imbasnya. Maafkan saya pergi duluan, saya sudah tidak sanggup lagi, sehat aja terus buat bapak, mama, dan adik Sinta). Demikian isi ketiga surat yang ditinggal almarhum kepada orangtuanya.Sementara, dari presrilis yang disampaikan ke media ini menerangkan, tewasnya M Rizky dengan cara menggantung diri di kamar tidurnya, pertama kali diketahui oleh Habibah yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Ibunya curiga melihat pintu kamar korban tertutup, karena khawatir kemudian mengintip di sela-sela dinding.

Namun alangkah kagetnya Habibah, sebab melihat tubuh anaknya tersebut tergantung di atas tempat tidurnya. Ia kemudian memanggil suaminya, Kamaludin, untuk  mendobrak pintu kamar korban. Ayah korban mencoba menolong dengan langsung memotong tali yang mengikat leher anaknya tersebut untuk menurunkannya, selanjutnya melaporkanya ke Polsek Selat.

“Kasus ini sudah kita tangani, dan karena berdasarkan hasil visum oleh tim medis RSUD Kapuas , korban murni gantung diri karena tidak ada tanda- tanda kekerasan, yang selanjutnya untuk jenazah kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Pada intinya motifnya  kita duga korban merasa kecewa saja pada keluarganya,” kata Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono melalui Kasatreskrim AKP Iyudi Hartanto saat dikonfirmasi.  c-yul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *