Spirit Kalteng

Banjir Palangka Raya Surut 5-10 Cm

27
×

Banjir Palangka Raya Surut 5-10 Cm

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS BANJIR – Kurang lebih dalam waktu sepekan kawasan perumahan padat penduduk Komplek Mendawai terendam banjir, luapan dari Sungai Kahayan mencapai titik tertinggi setinggi lutut orang dewasa, Palangka Raya, Kamis (24/11)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya berangsur surut. Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyebut, berdasarkan data lapangan yang dikumpulkan per Jumat (25/11), debit air di masing-masing kelurahan terdampak banjir mengalami penurunan 3-5 cm.

Seperti di wilayah Kelurahan Bereng Bengkel, kata Emi, penurunan debit air kurang lebih 5 cm. Di Kelurahan Kameloh Baru juga ada penurunan 5 cm jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Demikian pula kondisi debit air di Kelurahan Marang.

Sebagai salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, saat ini sudah mengalami penurunan sekitar 10 cm dan ujung jembatan aspal sudah terlihat. Sebelumnya akses jalan yang menghubungkan Marang Lama dan Marang Baru sempat terputus karena terendam air cukup dalam.

Menurut Emi, hal serupa juga terjadi di wilayah Kelurahan Tanjung Pinang, saat ini ada penurunan debit air sekitar 10 cm. Namun, masih ada sebagian jalan yang tergenang dan pelayanan kesehatan masih berjalan dari Puskesmas Marina Permai.

“Pada hari ini juga, laporan ketinggian air dari hasil pantauan pos lapangan induk di Jalan Arut ada penurunan ketinggian air sekitar 3 cm. Lalu di Poslap 3 Kelurahan Pahandut, pemantauan debit air di sekitar Pelabuhan Rambang ada penurunan 3 cm. Sedangkan dari Poslap 2 di Jalan Pelatuk, hasil pantauan untuk debit air ada penurunan 3 cm,” ungkap Emi.

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat yang bermukim di kawasan terdampak banjir agar tetap waspada. Mengingat curah hujan masih tinggi dan puncak musim penghujan yang akan jatuh pada awal Desember mendatang, bakal berpotensi kembali meningkatnya debit air.

“Apalagi Palangka Raya ini kan wilayah hilir dari Sungai Rungan dan Kahayan. Apabila wilayah hulu seperti Kabupaten Katingan dan Gunung Mas airnya naik, maka kita di sini akan mendapatkan kiriman air. Tetap waspada dan berhati-hati,” imbuhnya.

Adminduk Korban Banjir

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya akan memprioritaskan dan memudahkan pengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk) untuk korban banjir.

“Masyarakat yang menjadi korban bencana akan kami berikan prioritas kalau misalnya dokumen kependudukannya hilang atau rusak karena banjir,” kata H Edie, Plt Disdukcapil Palangka Raya, belum lama ini.

Menurutnya, masyarakat yang sedang tertimpa musibah ini sudah sepatutnya diberikan bantuan oleh siapa pun, termasuk Dukcapil, terutama dalam hal kelengkapan administrasi kependudukan. Khusus untuk masyarakat lainnya yang bukan merupakan korban bencana alam dan akan mengurus Adminduk, akan diberlakukan layanan normal seperti biasa.

“Layanan kami juga masih berjalan normal seperti sebelum-sebelumnya tidak ada penambahan atau pengurangan jam pelayanan, sehingga masyarakat masih bisa memanfaatkan layanan-layanan kami yang sudah tersedia,” ujarnya.

Bidang Pencatatan Sipil Sub Koordinator Perubahan Status Anak Kewarganegaraan dan Kematian, Lenjut T Kaut mengatakan, pihaknya akan menghubungi RT masing-masing wilayah untuk mendata warganya yang ingin memperbaiki Adminduk.

“Kita lakukan satu pintu melalui RT, jadi masyarakat yang kehilangan Adminduk dan ingin memperbaharui bisa melalui RT, setelah RT mengajukan proses pengecekan juga akan kita lakukan proses pembaharuan,” ujarnya.

Sementara itu, bagi anak-anak yang menjadi korban banjir kali ini, juga akan segera mendapatkan program trauma healing dari Pemerintah Kota.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DisdaldukKBP3APM) Kota Sahdin Hasan menuturkan, pihaknya memiliki program pendampingan terhadap korban tindak kekerasan, termasuk bagi anak korban akibat bencana banjir seperti yang saat ini terjadi.

“Kami akan bekerja sama dengan dinas terkait,  seperti Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan, jika itu terjadi pada murid atau siswa. Saat ini UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah berkordinasi dan mendata tempat-tempat untuk pelayanan pada anak-anak ini,” pungkas Sahdin. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *