Tabengan/Dedy
DIKLAT – Gerdayak Kalteng kembali melaksanakan Diklat Kader dan Kesamaptaan di Batalyon Infanteri Raider 631 Antang, yang diikuti oleh 102 kader, Rabu (14/12). Diklat yang dilakukan selama 5 hari, diharapkan semakin menanamkan disiplin dan rasa nasionalisme dalam diri pribadi para kader Gerdayak.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Isu Nasionalisme menjadi perbincangan hangat. Nasionalisme inilah yang coba terus ditanamkan para organisasi masyarakat (Ormas), salah satu nya Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kalteng. Gerdayak Kalteng mengirimkan kader-kadernya untuk mendapatkan pelatihan kedisiplinan dan juga nasionalisme di Raider 631 Antang.

Ketua Umum Gerdayak Indonesia Kalteng, Yansen Binti, mengatakan, pendidikan dan pelatihan (diklat) kader dan kesamaptaan, menjadi agenda rutin yang dilakukan Gerdayak. Ini adalah angkatan kedua yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diklat kader ini.
Jumlah yang diundang, kata Yansen, memang cukup banyak yakni 120 kader. Namun, ada beberapa yang memang berhalangan untuk hadir, sehingga yang berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan sebanyak 102 orang. Perlu disadari, bukan semata jumlah yang harus dilihat, tapi juga tujuan dari pelaksanaan diklat ini bagi kader Gerdayak secara khusus, bagi masyarakat Kalteng secara umum.

”Pelatihan yang diberikan bersifat disiplin diri. Hasil penerapan disiplin ini, dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin dan kesamaptaan yang didapatkan di Batalyon infanteri Raider 631 Antang ini, juga diaplikasikan dalam sikap bela negara, maupun bekerja. Disiplin dan kesamaptaan yang didapatkan adalah modal asal dalam menghadapi begitu banyak tantangan besar kedepan,” kata Yansen, usai mengikuti pembukaan Diklat Kader dan Kesamaptaan, Rabu (14/12) di Palangka Raya.
Yansen menegaskan, Gerdayak tidak hanya hadir sebagai ormas yang membela masyarakat saja. Namun, nasionalisme dan cinta tanah air adalah rasa yang juga harus dimiliki oleh kader Gerdayak. Para pendiri bangsa ini, dan juga suku Dayak bersepakat bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati. Ini adalah semua hal yang akan didapatkan para kader Gerdayak dalam Diklat Kader dan Kesamaptaan ini.
Sementara itu, Dandim 1016 Palangka Raya, Kolonel Infanteri Frans Kisihin Panjaitan, mengatakan, TNI sangat mengapresiasi dengan hadirnya Gerdayak di Kalteng. Diklat Kader dan Kesamaptaan yang digelar Gerdayak, didukung TNI dengan menghadirkan pelatihan kader terbaik.
”Apa yang dilakukan Gerdayak ini sangat baik, dan diharapkan dapat diikuti oleh organisasi lain yang ada di Kalteng, baik organisasi kepemudaan, ataupun ormas. Kehadiran dan keberadaan organisasi dalam upaya mendukung pemerintah NKRI. Pelatihan yang diberikan merupakan wujud nyata dukungan TNI kepada banyak pihak yang ingin mendukung pembangunan di daerahnya,” kata Frans.ded











