Spirit Kalteng

BBPKT Terjemahkan 17 Buku Bahasa Daerah

30
×

BBPKT Terjemahkan 17 Buku Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DANIEL TAKLIMAT- Kepala BBPKT Kalteng Valentina Lovina saat paparan capaian BBPKT 2022, Kamis (5/1).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (BBPKT) Valentina Lovina Tanate mengatakan, selama 2022 BBPKT berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja.
“Di antaranya, dari Literasi Kebahasaan dan Kesastraan, BBPKT telah membina 20 komunitas literasi dan 2.696 generasi muda dari 13 kabupaten dan 1 kota di Kalteng. BBPKT juga telah menerjemahkan 17 buku bacaan berbahasa daerah dan dapat diakses melalui http://literasibbpkt.com/,” kata Valentina dalam Taklimat Media Capaian Balai Bahasa Kalteng 2022, di Palangka Raya, Kamis (5/1).

Selain itu, jelas dia, sebanyak 622 peserta dari Kalteng mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka. Peserta uji itu didominasi pelajar, tenaga pendidik dan pegawai.

Dalam hal pembinaan lembaga dalam pengutamaan bahasa negara, BBPKT membina 45 lembaga yang terdiri atas 15 lembaga pemerintah, 20 lembaga sekolah, dan 10 lembaga swasta di Palangka Raya. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian, 9 lembaga yang terdiri atas 3 lembaga pemerintah, 3 lembaga pendidikan, dan 3 lembaga swasta menerima apresiasi dalam kegiatan itu.

Dua produk pengembangan bahasa dan sastra telah disusun BBPKT pada tahun 2022. Kamus Dwibahasa Delang-Indonesia dan Kamus Dwibahasa Ut Danum-Indonesia adalah dua kamus yang menambah deretan kamus bahasa daerah Kalteng.

“Kosakata dalam bahasa daerah Kalteng, seperti bahasa Dayak Ngaju, Dayak Siang, dan Dayak Ut Danum, telah diusulkan untuk menambah khazanah lema Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),” imbuhnya.

Valentina menambahkan, pada 2022 BBPKT juga kembali menyelenggarakan Seminar Internasional Bahasa dan Sastra Daerah II (Sinar Bahtera II) dengan tema “Khazanah Bahasa dan Sastra Daerah Mendukung Pembangunan Manusia Indonesia Berbasis Budaya, Literasi, dan Teknologi.”

Temuan-temuan terbaru yang berkaitan dengan bahasa dan sastra disampaikan oleh 5 pemakalah internasional, 6 pemakalah nasional, dan 95 pemakalah pendamping dalam seminar daring yang berlangsung selama tiga hari itu.

Selain sebagai ajang diseminasi, seminar itu juga merupakan pewujudan upaya peningkatan literasi kebahasaan dan kesastraan di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

“Ke depan, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan literasi kebahasaan dan kesastraan tersebut akan tetap dilanjutkan dan digalakkan. Pembinaan lembaga yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun hingga 2024, sosialisasi dan pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka, penerbitan dan penerjemahan buku-buku berkonten kearifan lokal sebagai penunjang literasi, penyusunan kamus-kamus bahasa daerah Kalteng, dan Sinar Bahtera akan menjadi tulang punggungnya,” tandasnya. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *