PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng memprediksikan suhu di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, mencapai 34 derajat celcius. Hal ini terlihat dari suhu yang cukup terik, dengan puncak hawa panas mulai dari siang hingga sore hari.
Menurut Prakirawan BMKG Kalteng Chandra Mukti Wijaya, suhu saat ini untuk wilayah Kalteng memang mencapai 34 derajat celcius. Hal ini dikarenakan suhu panas di Indonesia, termasuk wilayah Kalteng, merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Pada pertengahan Mei ini, posisi semu matahari sudah berada di Belahan Bumi Utara (BBU) di sekitar 19°LU. Kondisi tersebut mengindikasikan di wilayah Indonesia selatan ekuator akan menjelang periode angin timuran yang identik dengan musim kemarau. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki awal musim kemarau, tingkat perawanan akan cukup rendah pada siang hari.
Maka itu, masyarakat diimbau dan diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas atau kondisi terik pada siang hari dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga serta lingkungan.
Menyangkut prakiraan musim, untuk wilayah Kalimantan Tengah awal musim kemarau tahun 2023, terjadi sekitar pertengahan Juni-petengahan Juli. Jadi bisa dikatakan Bulan April-Mei ini, musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (musim pancaroba).
Pada musim peralihan ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem, seperti potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalteng. Serta waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Sementara terkait indeks sinar UV sendiri, Indeks Sinar UV di Kalteng tampaknya masih cukup panas. Hal itu diprediksikan BMKG Kalteng. Berdasarkan informasi dari Instagram resmi BMKG, suhu panas sendiri berdasarkan pantauan pihaknya, di Kalteng ada pada 34 derajat celcius. Untuk indeks sinar Ultra Violet, masih cukup panas ditandai dengan warna merah di peta terkait.
Dari peta yang ada terlihat pada pukul 11.00 WIB, indeks sinar UV di wilayah Indonesia mencapai puncaknya dan didominasi warna merah serta ungu. Dari keterangan yang ada, warna merah menandakan risiko very high (risiko bahaya sangat tinggi) dan ungu ekstreme (risiko bahaya sangat ekstrem).
Untuk itu dihimbau bagi masyarakat meminimalkan waktu terkena paparan matahari secara langsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Selain itu, juga disarankan menggunakan pelindung atau pelembab tabir surya, agar menghindari bahaya paparan sinar UV secara langsung. drn











