SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengatakan, jika pihaknya belum mendapatkan informasi terkait pembatalan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah yang rencananya akan digelar di tahun ini di Kabupaten Kotim.
Menurut Halikinnor, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pihak Provinsi Kalteng dan juga petunjuk serta arahan lebih lanjut.
“Kita masih menunggu informasi yang jelas karena kita di sini hanya sebagai tuan rumah, nanti semua keputusan tergantung dari provinsi apakah dilaksanakan atau mungkin ditunda kita menunggu saja,” ujarnya, Rabu (17/5).
Meski jadwal pelaksanaan masih simpang siur, menurutnya, pihaknya saat ini tetap merampungkan sejumlah venue-venue olahraga yang seyogyanya akan dipergunakan saat Porprov berlangsung.
Salah satunya yakni penyelesaian rehab lapangan sepakbola dan lintasan atletik di Stadion 29 November Sampit. Sehingga, menurutnya, sekalipun Porprov ditunda pelaksanaannya Kotim sebagai tuan rumah tempat penyelenggaraan tetap siap, jika kegiatan tetap dilaksanakan.
“Intinya kita siap jika pun dilaksanakan, namun kita belum mendapat informasi apakah tetap dilaksanakan atau nantinya ditunda,” pungkasnya.
Sebelumnya Plt Ketua Umum KONI Provinsi Kalteng Christian Sancho menyampaikan, dalam rapat koordinasi sudah mendengarkan kesiapan Kotim sebagai tuan rumah pelaksana Porprov.
“Sampai saat ini Kotim masih bersedia untuk menjadi tuan rumah Porprov. Dan rencananya bulan Juni tahun 2023, yang saya mendengar isu, ini isu yang belum tentu pasti, kelihatannya bisa mundur di bulan Agustus 2023,” kata Sancho, Jumat (12/5).
Sancho menambahkan KONI Provinsi Kalteng mengharapkan Porprov itu tetap dilaksanakan di Kabupaten Kotim dengan berbagai kendala yang ada. Dalam artian bagaimana kendala ini disikapi dengan bijaksana, supaya pelaksanaan Porprov XII untuk menjaring bibit atlet dari beberapa cabang olahraga (cabor) nanti bisa terupdate sebagai persiapan menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sancho juga mengungkapkan, sampai sekarang tuan rumah pelaksana Porprov maupun KONI Provinsi Kalteng masih menunggu SK Panitia Besar (PB) Porprov. Sampai sekarang SK panitia besar yang diajukan ke Pemprov Kalteng untuk ditandatangani Gubernur masih belum ada.
SK panitia besar ini, lanjut Sancho, nantinya sebagai dasar KONI Kotim, Pemerintah Daerah Kotim, KONI Provinsi Kalteng dan Dispora Provinsi Kalteng dalam penggunaan anggaran Porprov, baik di provinsi maupun di Kabupaten Kotim. Tanpa pegangan SK PB Porprov itu, belum ada dasarnya untuk menggunakan anggaran Porprov.
Kemudian Sancho menambahkan, kendala lain mundurnya Porprov, dalam hal pembangunan venue, tidak bisa mengeluarkan anggaran kalau belum ada pegangan SK panitia besar dalam mempersiapkan venue karena itu adalah dana hibah.
“Sekarang sudah masuk Mei dan jadwalnya Juni, tuan rumah anggap ini waktunya mepet, sehingga diundur ke Agustus. Rencananya KONI Kalteng bersama tuan rumah Porprov akan gelar rapat bahas mundurnya pelaksanaan Porprov ini,” jelas Sancho. c-may/yml











