Spirit Kalteng

PALANGKA RAYA REPTIL EXPO-Ajang Melepas Rindu Setelah 7 Tahun Vakum

45
×

PALANGKA RAYA REPTIL EXPO-Ajang Melepas Rindu Setelah 7 Tahun Vakum

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DEDY REPTIL- Pararel Palangka Raya bersama para mitra kembali menggelar kegiatan sebagai wadah untuk bersilaturahmi dan melepas rindu setelah 7 tahun vakum. Panji Petualang diundang sebagai juri pada kegiatan bertajuk Palangka Raya Reptile Expo and Contes 2023, Minggu (21/5).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Tidak bisa dipungkiri, reptil adalah jenis hewan berbahaya. Mulai dari ular sampai buaya, dikenal sangat mematikan. Selain memiliki bisa yang mampu membunuh, juga memiliki kemampuan membunuh dengan cara membelit, ataupun menggigit mangsa.

Namun demikian, reptil tidak selalu identik dengan hal yang bersifat berbahaya. Hal itulah yang coba diperkenalkan oleh para pecinta reptil yang tergabung dalam Palangka Raya Ampibhian and Reptile Lovers (Pararel) dengan menggelar kegiatan bertajuk Palangka Raya Expo and Contest 2023, Minggu (21/5).

Pada ajang yang dihelat di Palangka Raya Mal (Palma) tersebut, sejumlah hewan peliharaan dipamerkan oleh para pecinta reptil yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua Panitia Palangka Raya Reptile Expo and Contest 2023 Juliana, mengatakan, keterbatasan dana yang dimiliki tidak menyurutkan semangat para pecinta reptil untuk menggelar kegiatan Palangka Raya Reptile Expo and Contest 2023 ini. Setelah 7 tahun agenda reptil dan yang lainnya vakum, sekarang ajang ini menjadi wadah untuk bersilaturahmi dan melepas rindu.

“Palangka Raya Reptile Expo and Contest diisi oleh agenda lain, mewarnai. Namun, semua itu hanyalah bagian dari tujuan utama kegiatan, yakni untuk berkumpul kembali, menunjukkan bahwa Pararel itu masih ada dan tetap eksis. Kebersamaan sudah terjalin dengan baik sejak Pararel berdiri. Hanya saja, ada sebuah event, tentu akan semakin menambah spirit dari kebersamaan itu,” kata Juliana, saat dibincangi terkait kegiatan Palangka Raya Reptile Expo and Contest 2023, di Palangka Raya, Minggu.

Menurut Juliana, peserta kegiatan ini sangat banyak dan antusias. Karena setelah 7 tahun tanpa kegiatan, dan sekarang baru mampu dilaksanakan event kembali. Event kali ini juga menghadirkan sosok yang sangat terkenal dalam dunia reptil, yakni Muhammad Panji atau akrab dikenal Panji Petualang. Antusiasme peserta ditunjukkan dengan ada peserta yang membawa hewan peliharaannya sampai 36 ekor hanya untuk ikut kontes.

Tidak hanya yang berukuran kecil, lanjut Juliana, ada pula yang berukuran besar atau jumbo, namun tidak agresif atau bisa bermain dengan siapa saja. Ini menjadi salah satu tujuan utama lainnya kepada masyarakat, bahwa reptil tidak selalu identik berbahaya. Reptil berbahaya itu benar, namun reptil juga dapat menjadi hewan peliharaan.

Sementara itu, Eko menyampaikan, pameran reptil ataupun lomba reptil adalah bagian dari tujuan utama kegiatan. Tidak semata untuk kembali berkumpul, tapi juga ada hal lain yang ingin disampaikan kepada masyarakat, yakni edukasi terkait dengan reptil itu sendiri. Pemeliharaan, dan perawatan yang tepat akan membuat reptil menjadi seperti hewan peliharaan lainnya yakni jinak.

Reptil yang jinak, kata Eko, membuatnya dapat dimainkan oleh siapa saja. Artinya, edukasi yang ingin diberikan adalah reptil melalui pemeliharaan dan perawatan yang baik dapat berteman pula dengan manusia. Pecinta reptil juga mendatangkan manfaat yang cukup besar dari hasil pengembangbiakannya. Ada begitu banyak peminat reptil jenis ular khususnya yang berlomba-lomba mendapatkan kualitas terbaik. Ini adalah potensi yang sangat menjanjikan. ded

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *