SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Setelah sebelumnya di sebuah desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (17/7), kasus bunuh diri juga terjadi di salah satu desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Sama seperti salah satu desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kali ini yang gantung diri juga seorang pria. Pria tersebut ditemukan tewas tergantung di pohon di salah satu desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Pria itu ditemukan di semak-semak pinggir Jalan HM Arsyad kilometer 24, dalam kondisi tanpa baju dan hanya mengenakan celana tranining panjang warna hitam. “Benar, jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit,” ujar Kapimsek Sungai Sampit Dhearny Adventeya Grace Dachi, Rabu (19/7) kemarin.
Dachi belum mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab hingga korban nekat melakukan hal tersebut, bahkan pihaknya juga masih belum mengetahui identitas korban. “Kami kesulitan mencari identitas korban. Ada telepon genggam yang kami amankan namun tidak ada satupun kontak yang bisa kami hubungi karena kosong, bahkan tidak ada satu pun warga sekirar mengenalinya,” terang Dachi.
Selain telepon genggam, polisi juga mengamankan barang milik korban lainnya seperti sebilah mata pisau curter, uang Rp38 ribu di kantong celana dan satu set kabel charger. “Saat ini jasad pria itu sudah dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit,” pungkasnya.
Dua kasus bunuh diri yang terjadi beruntun di wilayah Kotim membuat heboh. Terlebih jarak waktunya hanya dua hari, Senin dan Rabu. Lokasi pertama di Desa Eka Bahuruy, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kedua di Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. c-prs











