PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, grafik titik hot spot (HS) kejadian dan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Agustus 2023 sudah mencapai 35 persen dari HS tertinggi Juli 2023.
Kemudian, kejadian karhutla mencapai 32 persen dari kejadian karhutla Juli 2023. Data tersebut merupakan kondisi 3 hari di awal Agustus 2023 ini. Selanjutnya, Toyib menyebut kondisi karhutla untuk setiap kabupaten/kota sampai dengan 3 Agustus 2023 perlu mendapatkan perhatian.
“Antara lain di Kabupaten Barsel, Kapuas, Katingan, Kobar, Kotim, Seruyan dan Sukamara. Berdasarkan laporan Penanganan Satgas Pemadaman Darat yang diupdate 4 Agustus 2023 pukul 15.00 WIB, karhutla terjadi sebanyak 3 kali, yaitu di Kota Palangka Raya 1 kali, Kabupaten Kotawaringin Timur 1 kali, dan Kabupaten Kapuas 1 kali. Kebakaran sudah berlangsung selama lebih dari 1 hari, dan saat ini masih menunggu update laporan terbaru,” kata Toyib.
Sementara itu, laporan penanganan Satgas Pemadaman Udara pada 4 Agustus 2023 pukul 15.00 WIB, Firespot (FS) berdasarkan hasil patroli sebanyak 18 lokasi, di Kapuas 10 FS, Barsel 4 FS, Pulpis 4 FS. Sedangkan waterbombing dilaksanakan di 2 lokasi FS, di di Desa Pandih Batu, Mantangai, Kabupaten Kapuas dan di Kabupaten Pulpis 1 lokasi.
Kemudian, kebakaran yang sudah berlangsung lebih dari 1 hari dilakukan WB pada 6 lokasi, di Kabupaten Kapuas, 2 lokasi di Mantangai dan Sei Ahas, serta di Kabupaten Barsel ada 4 lokasi yaitu di Jenamas, Sungai Jaya, Rantau Kujang, dan Sukakarya.
Menurut Toyib, sifat musim kemarau tahun ini di bawah normal, sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan pada Juli hingga September 2023. Untuk itu dia mengimbau agar BPBD Kabupaten/Kota mengaktivasi pos lapangan di tingkat kecamatan. Idealnya di tingkat desa/kelurahan, dengan tugas melaksanakan patroli pencegahan karhutla, melaksanakan sosialisasi mengenai karhutla, melaksanakan pemadaman jika terjadi karhutla.
Sementara itu, lanjut Toyib, kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga darurat dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam penanganan karhutla pada fase siaga darurat, sehingga upaya penanggulangan pada fase siaga darurat bisa lebih optimal untuk menghindari terjadinya tanggap darurat bencana karhutla. Terkait dengan hal tersebut, BPBD Provinsi akan mendukung kekuatan di lapangan berupa peralatan karhutla bantuan dari BNPB dan juga sudah mengusulkan penambahan Heli Water Bombing.
Lakukan Patroli
Terpisah, Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet mengatakan, saat ini tim BPBD dan TRC BPBD Kota Palangka Raya melakukan patroli dan sosialisasi di kawasan yang dianggap rawan terjadi karhutla, sehingga dapat terdeteksi sejak dini.
Dikatakannya, BPBD telah membentuk posko siaga bencana untuk menghadapi kejadian bencana, baik itu karhutla, cuaca ekstrem dan lain-lain.
Balap juga mengonfirmasi selama 2023 di wilayah Palangka Raya jumlah kejadian Karhutla di beberapa kelurahan sebagai berikut, Jekan Raya 40 kasus, Pahandut 14 kasus, Sabangau 37 kasus, Bukit Batu 4 kasus dan Rakumpit 0 kasus, sehingga total ada 98 kasus. Dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar tersebar di sejumlah lokasi 51,13 hektare. mmc/yml/dsn











