Spirit Kalteng

Ini Daftar Kekayaan Wali Kota dan Bupati di Kalteng

90
×

Ini Daftar Kekayaan Wali Kota dan Bupati di Kalteng

Sebarkan artikel ini
daftar kekayaan

+Nadalsyah Bupati Terkaya?

PALANGKA RAYA – Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan secara periodik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, dalam laporan yang disampaikan 31 Januari 2023 untuk periodik 2022, di website elhkpn.kpk.go.id, menempatkan Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah sebagai Bupati terkaya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam laporan itu, pria yang akrab dipanggil Koyem tersebut mempunyai total kekayaan sebesar Rp17,6 miliar lebih. Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp13,3 miliar lebih, kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp2,8 miliar lebih, harta bergerak lainnya Rp82,5 juta lebih, dan kas dan setara kas Rp1,3 miliar. Dalam LHKPN itu, Nadalsyah tidak mempunyai surat berharga dan utang.

Kemudian, Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Pudjirustaty Narang, dalam laporan yang disampaikan 25 Maret 2023 lalu, total kekayaannya mencapai Rp17,4 miliar lebih. Total kekayaan tersebut berasal dari  tanah dan bangunan senilai Rp11,2 miliar lebih. Alat transportasi senilai Rp295 juta, harta bergerak lainnya Rp5,4 miliar lebih, kas dan setara kas Rp693 juta lebih dengan jumlah Rp17,7 miliar lebih dengan utang Rp296 juta lebih.

Selanjutnya, Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong, dalam LHKPN yang disampaikan 28 Maret 2023, total kekayaan politisi Partai Golkar tersebut mencapai Rp16,3 miliar lebih. Total kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan senilai Rp14,9 miliar lebih, alat transportasi dan mesin senilai Rp180 juta, harta bergerak lainnya Rp587 juta, kas dan setara kas sebesar Rp401 juta lebih dan harta lainnya senilai Rp145 juta.

Kemudian ada nama Wali Kota Palangka Raya Fairid Fairid Naparin. Dalam LHKPN yang disampaikan 20 Maret 2023, kekayaannya mencapai Rp14,5 miliar lebih. Total kekayaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan di Palangka Raya dan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) senilai Rp8,5 miliar lebih, alat transportasi dan mesin Rp3 miliar lebuh,  harta bergerak lainnya Rp1,6 miliar lebih serta kas dan setara kas Rp1,2 miliar lebih.

Kemudian Bupati Kapuas non aktif Ben Brahim S Bahat dengan total kekayaan Rp8,7 miliar lebih. Pada laporan yang disampaikan 21 Januari 2023 itu, Ben Brahim mempunyai tanah dan bangunan senilai Rp2,6 miliar lebih di Kota Palangka Raya dan Jakarta Barat, alat transportasi dan mesin Rp95 juta,  harta bergerak lainnya Rp595 juta lebih serta kas dan setara kas Rp5,3 miliar lebih.

Sementara Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H Halikinnor, dalam LHKPN yang disampaikan 14 Februari 2023 mempunyai total kekayaan Rp7,6 miliar, terdiri dari tanah dan bangunan Rp6,4 miliar lebih, alat transportasi dan mesin Rp106 juta, harta bergerak lainnya Rp228 juta serta kas dan setara kas Rp914 juta lebih.

Selanjutnya Bupati Katingan Sakariyas mempunyai harta kekayaan sebesar Rp2 miliar lebih. Dalam LHKPN yang disampaikan 25 Januari 2023, kekayaan Sakariyas bersumber dari tanah dan bangunan Rp1,5 miliar lebih, alat transportasi dan mesin Rp60 juta lebih, harta bergerak lainnya Rp228 juta serta kas dan setara kas Rp212 juta lebih.

Kemudian Bupati Seruyan Yulhaidir dalam LHKPN yang dilaporkan 13 Maret 2023, tercatat mempunyai harta kekayaan sebesar Rp1,6 miliar miliar lebih, terdiri dari tanah dan bangunan Rp962 juta lebih, alat transportasi dan mesin Rp96 juta, harta bergerak lainnya Rp4 juta serta kas dan setara kas Rp583 juta lebih.

Sementara itu, Bupati Sukamara H Windu Subagio mempunyai total kekayaan Rp1,2 miliar lebih. Dalam LHKPN yang dilaporkan 14 Februari 2023, kekayaan Bupati Sukamara itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp1 miliar lebih, alat transportasi dan mesin Rp98 juta serta kas dan setara kas Rp45 juta lebih.

Sedangkan 3 kepala daerah lainnya, Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph, Bupati Lamandau Hendra Lesmana dan Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, hingga tadi malam data yang mestinya muncul di website elhkpn.kpk.go.id, belum terkoneksi. sgh/hil/ist

 

Respon (3)

  1. Biarkan saja ..kaya wong namanya bupati ya kaya sebelum jadi bupati koyem sudah kaya karena beliau punya perusahaan,wajar KLO kaya , yang penting beliau jadi bupati jangan korupsi dan emang beliau tidak korupsi

Tinggalkan Balasan ke Dedi music Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *