Spirit Kalteng

Petani Kalampangan Gagal Panen

31
×

Petani Kalampangan Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS KERING– Bakri di tengah tanaman timun yang ikut mengering akibat musim kemarau di lahan miliknya di Kelurahan Kalampangan, Palangka Raya, Selasa (5/9).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Musim kemarau yang melanda Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, mengakibatkan kekeringan di beberapa wilayah. Hal tersebut berdampak langsung kepada para petani di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya.

Bakri, salah seorang petani di Kelurahan Kalampangan, mengungkapkan, akibat minimnya ketersediaan air di lahan, beberapa jenis tanaman yang tadinya siap panen, akhirnya mati dikarenakan serapan air yang sangat kurang.

Di lahan pertanian milik Bakri ada ada beberapa jenis tanaman yang dijadwalkan siap untuk dipanen beberapa pekan ke depan, seperti jagung, terong, timun, pare dan seledri. Namun, akibat kemarau panjang dan dilanda kekeringan, tanaman-tanaman tersebut juga ikut mengering.

“Setiap hari saya sudah mengupayakan untuk menyiram menggunakan mesin pompa air, tetapi dengan menggunakan pompa air, penggunaan BBM paling tidak 5 liter setiap harinya. Itu pun tidak bisa menjangkau dan memenuhi semua tanaman yang ada di lahan saya,” ujar Bakri.

Apabila setiap hari harus seperti ini, lanjut dia, artinya lebih besar pengeluaran dibandingkan dengan hasil yang didapat. Ujung-ujungnya malah menderita kerugian.

Untuk saat ini Bakri hanya bisa berharap dari beberapa tanaman, seperti sayur manis dan kangkung yang masa panennya hanya kurang lebih 25 hari sudah siap panen.

Bakri saat ini berharap pemerintah bisa memberikan solusi dari dampak kekeringan bagi para petani. Dia pun berharap semoga pemerintah bisa memberikan alat-alat bertani yang mumpuni agar menggarap lahan pertanian bisa lebih mudah dan cepat.

Sementara itu, Lurah Kalampangan Yunita Martina ketika dimintai tanggapannya terkait kekeringan yang melanda lahan petani di wilayahnya, mengakui ada beberapa komoditi di lahan pertanian petani Kalampangan yang butuh penyerapan air banyak.

Namun, menurut Yunita, para petani juga tidak kalah strategi. Selalu beradaptasi dengan lingkungan. Masih bisa diatasi dengan tanaman-tanaman lain, seperti sayur manis, kangkung, sawi atau bayam. Meski demikian, pihaknya selalu berkoordinasi dengan dinas terkait, dalam ini Dinas Pertanian, untuk memberikan penyuluhan pada masyarakat terkait trik-trik bertani. nus

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *