Hukrim

Ada Pungli di Tengah Macet Jalan Trans Kalimantan?

28
×

Ada Pungli di Tengah Macet Jalan Trans Kalimantan?

Sebarkan artikel ini
DUGAAN PUNGLI-Tampak salah satu truk terlihat melintang hingga menghalangi jalan Perbaikan ruas Jalan Trans Kalimantan, di Desa Tanjung Taruna, Tumbang Nusa dan Kameloh Baru, perbatasan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. (Bawah) Tampak Petugas Dishub Pulpis turut mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan. TABENGAN/ISTIMEWA/M YAKIN/

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Perbaikan ruas Jalan Trans Kalimantan, di Desa Tanjung Taruna, Tumbang Nusa dan Kameloh Baru, perbatasan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau, terus memicu kemacetan hingga belasan kilometer pada Sabtu (14/10) dan Minggu (15/10).

Kondisi jalan yang menggunakan sistem buka tutup menyebabkan kemacetan parah tak terhindarkan. Lebih parahnya lagi, belakangan beredar isu pungutan liar (pungli) dilakukan oleh oknum sopir truk karena memanfaatkan situasi.

Dikabarkan ada oknum sopir truk yang sengaja menghalangi jalan. Bagi pengguna jalan yang ingin mendahului atau ingin melintasi, maka harus membayar Rp20.000 sampai Rp25.000 kepada sang sopir. Setelah menerima pembayaran, oknum sopir ini akan memundurkan truknya dan mempersilakan mobil lain yang telah membayar untuk lewat.

Ketika dikonfirmasi Tabengan, Minggu (15/10), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pulpis Supriyadi menegaskan, belum mendapat kabar pasti tentang adanya dugaan pungli atau ada oknum yang sengaja mengambil kesempatan dari kondisi tersebut.

“Setahu saya, ada oknum-oknum sopir nakal yang saling mendahului, sehingga mereka inilah yang menyebabkan kemacetan. Sehingga para sopir truk ini berinisiatif menghalangi para sopir nakal ini untuk tidak mendahului atau menerobos kemacetan,” kata Supriyadi.

Kenapa truk itu menghalangi jalan, menurut Supriyadi, karena adanya sopir-sopir mobil kecil atau taksi liar yang nakal, sehingga menyebabkan kemacetan yang tidak bisa terkendali.

“Mungkin orang-orang yang nakal ini yang mencoba menyogok dan meminta sopir truk untuk lewat, dengan membayar sejumlah uang yang penting mobilnya bisa lewat, dan mungkin ini yang diduga pungli itu pak,” beber Supriyadi.

Ditegaskan Supriyadi, lebih dari 10-15 orang anggota Dishub Pulpis diturunkan ke lokasi, dan terus standby di lokasi siang dan malam.

“Kalau berdasarkan informasi yang saya terima setiap hari masih berjalan aman di Taruna, dan yang menjadi masalah sekarang ini di Kameloh yang antreannya sampai 7 kilo, dan di Taruna panjangnya 5 kilo,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Palangka Raya Alman Pakpahan mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan dugaan pungli sopir truk tersebut.

 

“Akan segera kita cek kebenarannya. Jika terbukti maka akan ditindak tegas,” katanya lewat pesan WhatsApp, Minggu (15/10).

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang melintas di lokasi perbaikan agar tidak memberikan uang kepada oknum tidak bertanggung jawab apabila hal tersebut benar terjadi.

“Laporkan beserta bukti foto dan video jika ada hal tersebut,” tegasnya. c-mye/fwa 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *