Hukrim

IRT Bunuh Diri, Sempat Foto Selfie Lilitkan Tali Rapia di Leher

33
×

IRT Bunuh Diri, Sempat Foto Selfie Lilitkan Tali Rapia di Leher

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI BUNUH DIRI

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Dugaan karena permasalahan keluarga, Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial Nor (38), warga Jalan Kapten Piere Tendean No 07/03 Gang 11 RT 20 Kelurahan Selat Hilir Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas, nekad akhiri hidupnya. Tetangga sebelah barak menemukan korban tergantung dengan seutas tali rafia di dalam kamar mandi setelah sebelumnya terdengar berteriak dan menangis saat sedang menelpon.

Sebelum kejadian, Nuraisyah yang merupakan tetangga sebelah barak, mengatakan  korban  masih terdengar sedang berbincang dengan  suaminya melalui telepon sembari berteriak yang seakan sedang marah dan  tidak lama kemudian terdengar suara tangisannya, Kamis (26/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Karena khawatir, terlebih setelah mendengar tangisan korban, sekitar pukul 22.00 WIB, Nuraisyah mengabarkan kejadian tersebut kepada Hairil Azmi dan  Jumiati yang merupakan kakak dan  ipar korban, yang tidak lama datang ke barak tersebut.

Akan tetapi, karena tidak ada jawaban dan respon setelah beberapa kali mengetuk pintu sambil memanggil korban, mereka mencoba membuka pintunya. Namun karena terkunci dari dalam, akhirnya mereka mencongkel paksa pintu yang terkunci tersebut. Dan benar saja, setelah dicari ke kamarnya tidak ditemukan, namun pada saat menjenguk ke kamar mandi mereka melihat korban sudah tewas dengan posisi tergantung  dengan seutas tali rapia warna merah. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada aparat Polsek Selat.

Sebelum diduga nekad menggantung dirinya, dari  dalam galeri foto handphonenya yang diletakan di samping dekat dirinya menggantung diri,  korban terlebih dahulu sempat melakukan foto selfie dengan melilitkan tali rapia di lehernya pada pukul 22.34 WIB.

Kejadian ini sudah ditangani oleh aparat Polsek Selat yang segera datang kelokasi kejadian guna menyelidiki apa motif pastinya hingga korban nekad menggantung diri. Berdasarkan keterangan dari pihak medis RSUD Kapuas, bahwa hasil pemeriksaan atau visum sementara,  tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. c-yul

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *