PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Peristiwa dugaan bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Aksi nekat tersebut kali ini dilakukan oleh IA (20) warga Jalan Bangaris Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Pahandut Palangka Raya, Minggu (29/10) dini hari.
Informasi yang dihimpun, korban yang memiliki satu istri dan dua anak itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarganya setelah menerima sambungan telepon. Ketika didatangi, korban sudah dalam kondisi terduduk dengan tali menjerat di bagian leher. Korban kemudian segera dievakuasi oleh pihak keluarga dengan melepas tali tambang yang menjerat leher.
Selepas kejadian, Babinsa Kelurahan Tanjung Pinang dan anggota Polsekta Pahandut serta Pandulima dan Emergency Putra Pahandut datang untuk melaksanakan evakuasi. Koorlap Tim Emergency Pandulima, Misran, mengatakan tali yang digunakan untuk gantung diri adalah tali tambang warna coklat yang diikat di kayu kasau rumah. “Waktu kejadian, korban menggunakan baju kaos warna coklat dan celana pendek warna krem,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut Kompol Saiful Anwar, menjelaskan korban diduga kuat nekat gantung diri karena depresi dengan kondisi rumah tangganya. Sebelum gantung diri, istri korban memberitahu kepada keluarganya bahwa korban hendak gantung diri melalui voice note WhatsApp. “Dari pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum, dan menerima dengan ikhlas peristiwa meninggalnya korban. Korban saat ini dibawa ke rumah orang tuanya di Jalan Nyai Undang,” tuturnya. fwa





