PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di wilayah Kalteng hingga 3 hari ke depan. Masyarakat diimbau waspada karena hujan intensitas sedang atau lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi merata di beberapa daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng melalui Prakirawan Alfandy menyebutkan, cuaca ekstrem diprakirakan masih terjadi pada 19-21 Januari 2024.
Untuk 19 Januari, jelas dia, cuaca ekstrem diprediksikan terjadi di hampir sebagian besar wilayah di Kalteng. Lalu di 20 Januari, diprediksikan di 6 wilayah, yaitu Kobar, Lamandau, Sukamara, Gumas, Barsel dan Kapuas. Sedangkan pada 21 Januari, cuaca hujan diprediksikan terjadi di wilayah Barsel, Bartim, Pulang Pisau, Kapuas, Gumas, Palangka Raya dan Katingan.
Dijelaskan Alfandy, cuaca ekstrem dikarenakan adanya gangguan fenomena MJO secara spasial terpantau aktif yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Daerah konvergensi dan belokan angin terpantau di wilayah Kalteng yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah terkait.
Hal itu sendiri didukung oleh kelembaban udara beberapa lapisan cukup basah dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.
Untuk itu, pihaknya kembali menyampaikan peringatan dini serta mengimbau tetap waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang atau puting beliung di sebagian besar wilayah Kalteng, dalam 3 hari ke depan.
Selain itu, juga waspada terhadap dampak bencana seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang. BMKG juga menyampaikan peta peringatan dini, yang ditandai dengan beberapa warna, seperti warna oranye untuk wilayah yang diprediksikan masuk dalam peringatan dini cuaca ekstrem. Lalu untuk wilayah yang terkena warna kuning dikategorikan potensi yang meluas dan warna hijau adalah wilayah yang tidak terdampak. drn





