PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini kerap mengalami perubahan cuaca drastis. Beberapa hari sebelumnya, cuaca di sebagian wilayah tampak sangat panas, terik yang cukup menyengat. Namun terkadang terjadi perubahan mendadak dari panas menjadi cuaca ekstrem, yaitu hujan dengan intensitas yang cukup lebat disertai angin kencang dan petir/kilat.
Terkait itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng melalui prakirawannya Alfandy menyampaikan, memang saat ini Kalteng ada di posisi musim hujan.
Dia menjelaskan, pada dasarnya musim penghujan seperti saat ini lumrahnya masa udara dalam kondisi basah, sehingga banyak terjadi pembentukan awan di wilayah Kalteng.
“Namun adanya beberapa anomali parameter cuaca serta tingginya nilai indeks Ultraviolet sinar matahari (UV), inilah yang menjadi penyebab cuaca sangat panas belakangan ini,” ujarnya kepada Tabengan, Rabu (21/2).
Alfandy menambahkan, salah satu hal yang menjadi faktor perubahan cuaca ke arah ekstrem adalah labilitas atmosfer di wilayah Kalteng. Selain itu, terkait penyebab terjadinya cuaca hujan dengan intensitas sedang/lebat disertai angin kencang dan petir/kilat, dikarenakan daerah konvergensi dan belokan angin terpantau di wilayah Kalteng, yang berpotensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Ditambahkannya, kelembaban udara beberapa lapisan cukup basah dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.
Untuk itu pihaknya menyampaikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Diprakirakan potensi hujan intensitas sedang atau lebat yang disertai angin kencang dan petir/kilat dalam 3 hari ke depan, terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.
Pihaknya juga mengimbau tetap waspada potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalteng. Disampaikan juga agar berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Waspada pula dengan adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng. drn











