PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDGempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di 132 km Timur Laut Tuban, Jawa Timur.
Lokasi tepatnya berada di 5,74 Lintang Selatan, 112,32 Bujur Timur di kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 11.22 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun Tabengan, di Kalteng getaran gempa terasa di Palangka Raya, Katingan, Sampit, Gumas, Pulang Pisau, Kapuas, Barsel dan Tamiyang Layang
Dampak gempa tersebut sangat dirasakan oleh sejumlah warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sekitar pukul 11.25 WIB, sejumlah warga mengeluhkan kondisi rumahnya yang berguncang seperti ada kendaraan truk yang melintas di depan rumah.
“Terasa sebanyak dua kali saya kira itu truk lewat, tapi kok saya rasa kuat sekali. Ternyata setelah melihat informasi ada katanya gempa,” ujar Devi, warga Jalan Sinar Fajar Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kepada Tabengan, Jumat.
Gempa turut dirasakan warga di Desa Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang berada di pinggir sungai. Seperti yang diceritakan Lulu, ia heran melihat gantungan pakaian yang dijemurnya bergerak sendiri dan dirinya juga merasa pusing karena merasa oleng.
“Cukup terasa di rumah saya di pinggir sungai karena jemuran baju saya bergerak sendiri, padahal air sungai sedang kondisi surut,” katanya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bandara H Asan Sampit Musuhanaya membenarkan Kota Sampit ikut terdampak dari getaran gempa yang terjadi di Tuban, Jawa Timur. Gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas II-II MMM atau getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan kendaraan truk lewat.
“Pusat gempa ada di laut Jawa (Timur Laut Tuban), jadi daerah sekitar wilayah pesisir selatan Kalteng pasti merasakan hal yang sama seperti di Seruyan, Pangkalan Bun, Sampit dan sekitarnya,” tandasnya.
Getaran Sampai Kalteng
Wilayah yang terdampak gempa meliputi beberapa wilayah terdekat termasuk sebagian wilayah Kalimantan Tengah. Gempa bumi tersebut terjadi akibat aktivitas sesar aktif di Laut Jawa dan memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip), sehingga getaran gempa dirasakan hingga wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Lian Andriani, getaran gempa yang dirasakan cukup jauh bisa berimbas ke Kalteng karena hiposenter atau pusat gempa yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas.
“Sebab gempa berkekuatan di atas 5 magnitude yang terjadi itu cukup besar sehingga getarannya sampai ke Pulang Kalimantan,” kata Lian Andriani Saat diwawancarai, Jumat (22/3).
Lian Andriani juga menjelaskan meskipun wilayah Kalimantan Tengah tidak memiliki pegunungan berapi, tetapi terdapat sesar-sesar aktif di sekitarnya.
“Terutama di pesisir Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan potensi terjadinya gempa bumi ada di wilayah Kalimantan Tengah, meskipun kecil,” ujarnya
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.jefc-may/jef











