KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Sejak 2018 Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kapuas telah menutup pembelajaran di 9 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 7 kecamatan. Sementara itu, dari 399 bangunan SD yang tersebar di 17 kecamatan, 25 persennya atau 102 sekolah mengalami kerusakan dengan kriteria rusak ringan, sedang dan rusak berat.
Kepala Disdik Kapuas Aswan melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Jefri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/7), menerangkan, penutupan sekolah tersebut terpaksa dilakukan, karena rata-rata kekurangan siswa dan juga adanya pengabungan ke sekolah terdekat.
Selain itu, di wilayah sekolah yang ditutup tersebut banyak didominasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menjadi unggulan warga dalam menyekolahkan anak-anaknya.
Sejumlah sekolah yang ditutup itu, SDN-5 Lupak Dalam, Kecamatan Kapuas Kuala, SDN-2 Lawang Kajang, Kecamatan Timpah, SDN-5 Desa Jajangkit, Kecamatan Bataguh, SDN-3 Bakungin, Kecamatan Kapuas Hilir, SDN-1 Tanjung Harapan, Kecamatan Dadahup, SDN-7 Mampai, Kecamatan Kapuas Murung dan SDN-3 Anjir Serapat Timur, Kecamatan Kapuas Timur.
Berdasarkan data sesuai laporan dari pihak sekolah, bangunan SD yang saat ini mengalami kerusakan ada 102 unit, karena anggaran terbatas pada 2024, Disdik Kapuas hanya mampu menangani atau mengalokasikan dana untuk perbaikan 60 sekolah yang mengalami rusak sedang dan berat.
“Karena anggaran kita terbatas, dari 102 bangunan yang mengalami kerusakan baik itu ringan, sedang maupun rusak berat, hal ini terpaksa kita tangani secara bertahap. Yang pasti 2024 ini, 60 sekolah SD yang mengalami rusak sedang dan berat menjadi prioritas kita dan pada tahun 2025 mendatang mudah-mudahan bisa tertangani semua, hal ini sudah barang tentu demi kenyamanan dan keselamatan para siswa serta guru pada saat melaksanakan proses belajar mengajar,” kata Jefri.
Terkait SDN-2 Kaburan, Kecamatan Pasak Talawang yang saat ini melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) di tenda darurat, pihaknya sudah mengusulkan dan menjadikan sekolah tersebut pada skala prioritas dalam penangananya, apakah anggarannya akan dialokasikan di ABT 2024 atau APBD murni 2025 mendatang, supaya lebih maksimal dalam pembangunannya. c-yul





