PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah, (Kalteng) Muhammad Reza Prabowo, Kamis (1/8) menanggapi kasus perundungan di SMAN 1 Kuala Kurun yang viral di media sosial. Reza mengaku prihatin dan mendesak semua pihak untuk mengambil tindakan cepat dan tegas.
Kadisdik mengapresiasi Kepala SMAN 1 Kuala Kurun dan seluruh pihak sekolah atas respons cepat mereka terhadap kasus itu.
“Tindakan seperti pemanggilan siswa, bimbingan, klarifikasi, mediasi dengan orang tua, serta pembuatan surat pernyataan dan video permohonan maaf menunjukkan komitmen sekolah dalam menangani perundungan dengan serius,” kata Reza.
Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah kasus serupa di masa yang akan datang.
“Sekolah di Kalteng diharapkan dapat belajar dari kejadian ini dan memperkuat upaya pencegahan perundungan melalui edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua,” ujarnya.
Reza menegaskan bahwa penyelesaian masalah secara damai harus diutamakan. Semua pihak, termasuk orang tua siswa perlu bersikap bijaksana dan mendukung upaya penyelesaian dengan penuh pengertian dan kerja sama.
Ia mengatakan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menangani isu perundungan. Komunikasi yang baik dan terbuka diharapkan dapat membantu mencegah dan menangani perundungan secara efektif.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Mari kita bersama-sama membangun budaya sekolah yang saling menghargai dan bebas dari perundungan,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, Disdik Kalteng akan terus memantau perkembangan kasus ini. Selain itu ia akan memastikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah-sekolah berjalan efektif.
Disdik juga mengalokasikan dana di anggaran perubahan untuk pemasangan CCTV di seluruh sekolah di Kalteng. Tindakan itu sebagai upaya meningkatkan pengawasan dan keamanan sehingga kasus perundungan dan pelanggaran lainnya dapat diminimalisir. Pemasangan CCTV diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada siswa dan menjadikan sekolah tempat yang nyaman untuk belajar.
“Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan positif bagi semua siswa. Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat ditoleransi, dan kita harus berupaya keras untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi di masa depan,” pungkasnya. ldw





