PEMPROV KALTENG

Produksi Shrimp Estate di Sukamara Rp27,2 Miliar

39
×

Produksi Shrimp Estate di Sukamara Rp27,2 Miliar

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA IKAN UDANG- Panen parsial yang dilakukan di Shrimp Estate Desa Sei Raja, Sukamara.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Darliansjah menegaskan, Gubernur Kalteng berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk nelayan dan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, program dan kegiatan yang dijalankan Dislutkan bersifat adaptif serta responsif terhadap visi, misi, dan program strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.

“Pelaksanaan program dan kegiatan Dishutkan siap dilaksanakan untuk mendukung program Kalteng Maju dengan program prioritas Huma Betang yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan nelayan di Kalteng, yang termuat dalam program Betang Makmur,” ujar Darliansjah di ruang kerjanya, Kamis (6/3).

Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan visi Kalteng Berkah, Kalteng Maju 2025-2030, yakni mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak serta masyarakat Kalteng secara umum (Manggatang Utus), dengan semangat kearifan lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu program strategis yang terus dipacu adalah program tambak udang vaname Shrimp Estate Berkah di Desa Sei Raja, Kabupaten Sukamara. Menurut Darliansjah, program ini berkontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah serta pemanfaatan sumber daya alam lokal.

“Saat ini, estimasi produksi panen udang vaname di Shrimp Estate Sukamara sebesar 335 ton dengan nilai setara Rp27,2 miliar. Untuk pasar lokal Kalimantan, udang ini akan didistribusikan ke Kota Pontianak, Sampit, dan Pangkalan Bun. Sementara itu, untuk supplier besar, kami bekerja sama dengan PT BMS di Serang dan PT BMI di Lamongan,” jelasnya.

Darliansjah juga mengungkapkan, tenaga kerja di tambak udang tersebut mayoritas berasal dari Kalteng. “Jumlah tenaga kerja lokal mencapai 73 orang atau sekitar 87 persen, sementara tenaga teknis dari luar Kalimantan sebanyak 11 orang atau 13 persen,” tambahnya.

Untuk mendukung operasional Shrimp Estate Sukamara, BLUD UPT PBAPL Kumai menyediakan berbagai layanan, termasuk penjualan es batu dengan kapasitas 5 ton per minggu, monitoring laboratorium kualitas air (fisika, kimia, dan biologi), serta pengecekan penyakit udang Eterocytozoon hepatopanei (EHP) yang dapat menyerang udang vaname.

“Kami juga menyediakan layanan bengkel, seperti servis dinamo peralatan tambak dan perbaikan sistem kelistrikan tambak udang,” ujar Darliansjah.

Dalam siklus kedua panen parsial, produksi udang di Shrimp Estate Sukamara terus menunjukkan hasil yang positif.

“Panen parsial pertama dilakukan pada 12 petak kluster C dengan hasil 4,2 ton. Selanjutnya, pada 6 Februari 2025, panen dilakukan di 6 kolam kluster C dengan hasil 2,1 ton, disusul panen pada 12 Februari 2025 di 12 kolam kluster C dengan hasil 4,8 ton. Kemudian, pada 20 Februari 2025, panen dilakukan di 24 kolam yang terdiri dari 18 kolam di kluster C dan 6 kolam di kluster D, menghasilkan 9,9 ton udang,” paparnya.

Darliansjah menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan sektor kelautan dan perikanan guna mendukung pembangunan ekonomi Kalteng.

“Kami optimistis dengan pengelolaan yang baik, program ini dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pekerja di sektor perikanan,” pungkasnya. ldw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *