Hukrim

Curah Hujan Tinggi Redam Angka Karhutla di Palangka Raya

13
×

Curah Hujan Tinggi Redam Angka Karhutla di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Curah Hujan Tinggi Redam Angka Karhutla di Palangka Raya
Plt Kalaksa BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Palangka Raya sejak awal Agustus 2025, menjadi berkah yang sangat membantu dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga saat ini telah tercatat sebanyak 62 kejadian karhutla. Namun, sejak turunnya hujan deras pada awal Agustus 2025, BPBD menyatakan tidak ada lagi penambahan kasus baru.

“Sejak awal agustus, Palangka Raya diguyur hujan deras dan ini menjadi berkah bagi kota kita. Untuk saat ini, kami mencatat tidak ada tambahan karhutla,” ungkap Plt Kalaksa BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi, Selasa (5/8).

Ia menjelaskan bahwa cuaca basah sangat membantu memulihkan kelembapan lahan yang sebelumnya berada pada tingkat kekeringan ekstrem. Ia juga menegaskan bahwa petugas di lapangan terus melakukan patroli rutin guna mencegah kebakaran baru, meskipun situasi sementara ini terkendali.

“Curah hujan yang tinggi kemarin sangat membantu kita. Pada saat kelembapan lahan itu mencapai puncak kering memang sangat kita waspadai. Teman-teman di lapangan selalu melakukan patroli agar karhutla tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan masih akan berlangsung hingga 7 Agustus 2025. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena setelah tanggal tersebut, kondisi cuaca diprediksi kembali panas dan kering.

“Di atas tanggal 7 Agustus sudah harus bersiap-siap lagi, karena wilayah kita ini sudah berwarna merah di peta peringatan dini. Itu berarti sudah masuk zona warning lagi, karena hawa panasnya mulai muncul kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendrikus kembali mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat merugikan, baik bagi kesehatan, pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya.

“Harapan kita memang senantiasa menjaga alam dan lingkungan kita dari karhutla, karena sangat berdampak bagi berbagai sektor seperti pendidikan dan kesehatan. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” imbaunya. dte