PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran memberikan pesan motivasi penuh semangati 3.531 mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) dalam kegiatan penyambutan yang berlangsung di halaman Rektorat UPR, Senin (11/8).
Di hadapan para mahasiswa baru, Agustiar menegaskan bahwa waktu adalah modal hidup yang tidak akan pernah kembali. Karena itu, setiap anak muda harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
“Kalau ingin bercita-cita, bercita-citalah setinggi langit. Kalau jatuh, setidaknya jatuh di antara bintang-bintang,” ujarnya.
Menurut Agustiar, keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, melainkan membutuhkan ikhtiar besar, kerja keras, dan tekad yang kuat. Usaha tersebut, katanya, harus diiringi karakter baik, pola pikir positif, sikap (attitude) yang benar, serta keterampilan yang mumpuni.
“Skill itu kalian dapat dari kampus, dari pengalaman, dari kegiatan seperti KKN, organisasi, dan silaturahmi. Jangan gengsi untuk bergaul dan bekerja sama demi kebaikan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar membangun kebiasaan positif, rajin berorganisasi, bergotong royong, dan memperluas jejaring pertemanan. Hal ini dinilainya sebagai bekal penting menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan.
Tidak hanya bicara soal pencapaian, Agustiar turut menyinggung ancaman yang bisa merusak masa depan generasi muda. Ia mengajak mahasiswa menjauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dan dunia malam.
“Berbaktilah kepada orang tua, hormati mereka dalam keadaan apapun. Kalau orang tua menasihati, dengarkan. Kalau marah, kita diam. Itu bentuk hormat,” ucapnya.
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Menurutnya, agama adalah benteng moral yang mengarahkan hidup, membantu membedakan mana yang baik dan buruk, serta menjadi sumber kekuatan saat menghadapi kesulitan.
“Dengan agama, hidup itu jadi terarah, tidak mudah dibodohi, dan selalu punya pegangan,” tambahnya.
Di akhir pesannya, Agustiar menyampaikan keyakinannya bahwa mahasiswa baru UPR merupakan calon pemimpin masa depan Kalteng.
“Manfaatkan waktu emas ini untuk belajar dan mengembangkan diri. Kalian adalah pondasi kami di masa depan, dan masa depan Kalteng ada di tangan kalian,” tutupnya.
Gubernur Motivasi Mahasiswa Baru UIN
Di Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran juga memberikan motivasi kepada 1.100 mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025 di Aula UIN Palangka Raya, Senin (11/8).
Agustiar berpesan bahwa pendidikan merupakan kunci untuk mengubah kehidupan seseorang, asalkan dibarengi kemauan, keberanian, dan tekad kuat.
“Pendidikan mampu mengubah dunia, pendidikan mampu mengubah kehidupan. Selama ada kemauan, ada keberanian, dan tekad, semua bisa dicapai. Seni itu juga harus berikhtiar, harus berusaha. Takdir tidak bisa diubah, tapi nasib bisa kita ubah. Tidak ada hal yang tidak mungkin selama ada niat, kemauan, tekad, dan keberanian,” kata Gubernur.
Ia mengingatkan generasi muda agar menjauhi perilaku negatif yang dapat menghancurkan masa depan.
“Harus menjauhi narkoba, mabuk-mabukan, judi online, dan pergaulan bebas. Kalau kalian melakukan semua itu, maka kalian tidak akan sukses. Coba bayangkan, orang tua kalian menyekolahkan kalian dari desa sana ke sini untuk menjadi orang yang sukses, tetapi kalian memiliki pergaulan yang tidak baik di masa sekarang ini,” ujarnya.
Menurut Agustiar, pendidikan juga menjadi benteng agar generasi muda tidak mudah dibodohi.
“Dengan pendidikan, kita agar tidak mudah dibodoh-bodohi orang. Karena dengan ilmu hidup itu mudah, dengan agama hidup menjadi terarah. Jadi ilmu itu harus berkolaborasi dengan agama. Dengan agama, kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir mengungkapkan, mahasiswa baru tahun ini merupakan angkatan pertama pasca alih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN Palangka Raya. Tercatat 1.100 mahasiswa baru berasal dari 18 provinsi di Indonesia.
“Insyaallah mereka akan menuntut ilmu dan bertukar budaya dengan budaya lokal masyarakat Kalimantan Tengah yang kita cintai. Ada dua peran penting Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah terhadap UIN Palangka Raya. Pertama, proses alih bentuk IAIN menjadi UIN Palangka Raya tidak lepas dari peran pemerintah daerah, yang saat itu dipimpin Bapak H. Sugianto Sabran dan dilanjutkan oleh Bapak H Agustiar Sabran,” katanya.
Ahmad Dakhoir menambahkan, UIN Palangka Raya menjadi kampus pertama dan satu-satunya di Kalteng yang meraih akreditasi unggul.
“Proses akreditasi menjadi unggul tidak lepas dari dukungan Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yang menyambut, menyapa, bahkan mengajak para asesor Badan Akreditasi Nasional Republik Indonesia langsung di Rumah Jabatan Gubernur,” ujarnya.
Ia pun berharap kerja sama kampus dengan pemerintah daerah terus terjalin.
“Insyaallah kampus UIN Palangka Raya akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendorong generasi muda bisa maju. Harapannya, suatu hari nanti mereka bisa menggantikan kami untuk memajukan Provinsi Kalimantan Tengah,” tuturnya. ldw





