Hukrim

Isi BBM, Vixion Terbakar di SPBU Firdaus Kumai

59
×

Isi BBM, Vixion Terbakar di SPBU Firdaus Kumai

Sebarkan artikel ini
TERBAKAR- Suasana ketika api melahap motor di SPU Firdaus Kumai. FOTO ISTIMEWA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Suasana di SPBU Firdaus Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar) mendadak ricuh, Jumat (22/8) pagi. Satu unit sepeda motor Yamaha Vixion tanpa nomor polisi tiba-tiba terbakar hebat tak lama setelah selesai mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu bermula ketika pemilik motor bernama Ahmah, baru saja mengisi 5 liter Pertalite dan membayar Rp50 ribu kepada operator bernama Harman. Namun, saat mesin motor dinyalakan, percikan api keluar dari bawah mesin dan seketika merambat ke tangki. Dalam hitungan detik, api berkobar membesar hingga membuat pemilik motor panik dan meloncat untuk menyelamatkan diri.

Kobaran api disertai asap hitam pekat membuat warga sekitar dan pengendara lain berhamburan. Sebagian lari menjauh karena takut akan ledakan, sementara yang lain mencoba membantu petugas memadamkan api. Kepanikan pun tak terelakkan.

Beruntung, para karyawan SPBU bertindak cepat. Mereka langsung mengeluarkan alat pemadam api ringan (APAR) dan menyemprotkan ke arah kobaran. Setelah berjibaku selama kurang lebih 14 menit, tepat pukul 09.14 WIB, api berhasil dijinakkan. Tindakan sigap tersebut mencegah terjadinya ledakan besar yang bisa menimbulkan korban lebih banyak.

Kapolsek Kumai Iptu Stefanus Rantealo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pemeriksaan awal menduga kebakaran dipicu oleh konsleting listrik pada motor.

“Kerugian diperkirakan sekitar Rp6 juta. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujarnya.

Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi dan pemilik motor. Meski demikian, Kapolsek menegaskan insiden ini harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan.

“Kami juga mengapresiasi kesigapan petugas SPBU yang dengan cepat memadamkan api sehingga tidak sampai merembet ke pompa pengisian. Jika tidak ditangani cepat, akibatnya bisa sangat fatal,” tegasnya. c-uli

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *