PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Operasi pencarian besar-besaran dilakukan tim SAR menyusul hilangnya helikopter jenis Airbus H145 milik maskapai Eastindo dengan kode registrasi PK-RGH yang hilang kontak dalam penerbangan dari Kotabaru, Kalimantan Selatan, menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (1/9) pagi.
Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri dari seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang, yakni Capt Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.
Berdasarkan data yang dihimpun, di titik hilang kontak berada di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dengan koordinat 3°07’14,92” S – 115°39’29.298” E.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan, Maulana Abdilah menjelaskan, pihaknya bergerak cepat sejak menerima laporan. Dua jalur pencarian langsung dibuka, yaitu melalui udara dan darat.
“Kami kerahkan empat orang tim udara menggunakan heli Polairud untuk melakukan penyisiran dari atas. Selain itu, ada lima orang tim darat dengan rescue car menuju lokasi yang diduga titik jatuh. Koordinasi dengan pos SAR Banjarmasin dan instansi terkait juga sudah dilakukan,” ujarnya saat di konfirmasi melalui via WhatsApp, Selasa (2/9) pagi.
Menurutnya, medan pencarian di kawasan Mantewe cukup berat karena didominasi hutan lebat, perbukitan, serta jalur darat yang sulit ditembus kendaraan biasa. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri.
“Kemarin kami dikepung hujan di sekitar lokasi, jadinya balik kanan, hari ini kami ikut helikopter polisi, saat ini masih di Bandara Syamsudin Noor,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa operasi akan dilakukan hingga keberadaan helikopter dan seluruh penumpang berhasil dipastikan.
“Fokus kami menemukan secepat mungkin. Semua sumber daya dikerahkan, baik dari Basarnas Palangka Raya, Banjarmasin, maupun bantuan dari Polairud. Kami harap bisa segera ditemukan,” pungkasnya. dte





