PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp60,4 miliar menjadi perhatian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palangka Raya. Besarnya sisa anggaran tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin efektif dan program pembangunan berjalan lebih optimal.
Juru Bicara Banggar DPRD Kota Palangka Raya Sudarto mengungkapkan, tingginya SiLPA tidak terlepas dari sejumlah kendala dalam pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang perbaikan, khususnya dalam aspek perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
Ia juga menjelaskan, proses pengadaan yang terlambat menjadi salah satu penyebab sejumlah kegiatan tidak dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Selain itu, penyesuaian akibat perubahan kebijakan pemerintah juga berdampak terhadap pelaksanaan program di sejumlah perangkat daerah.
“Faktor-faktor yang menjadi perhatian antara lain keterlambatan proses pengadaan barang dan jasa, perubahan kebijakan pemerintah, lemahnya perencanaan sebagian kegiatan, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, serta belum optimalnya perhitungan Belanja Pegawai,” ujar Sudarto, Sabtu (11/7/2026).
Karena itu, Banggar DPRD mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memperkuat kualitas perencanaan program sejak awal tahun anggaran. Percepatan proses pengadaan barang dan jasa juga dinilai penting agar pelaksanaan kegiatan tidak terkonsentrasi pada akhir tahun.
“Setiap SKPD perlu mempercepat proses pengadaan sejak awal tahun, serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala agar target program dapat tercapai sesuai rencana,” tegasnya.
Sudarto menambahkan, keberadaan SiLPA bukan hanya persoalan angka sisa anggaran, tetapi juga menjadi indikator penting dalam melihat efektivitas perencanaan dan realisasi program pemerintah daerah. Ia berharap anggaran yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. nws/fwa-red











