PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bukan berarti anak-anak bisa lepas dari pengawasan orang tua. Di tengah kondisi kabut asap yang masih mengancam kesehatan, pendampingan keluarga menjadi penting untuk memastikan anak tetap belajar dengan baik sekaligus terlindungi dari paparan udara yang tidak sehat.
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya Sri Ani Rintuh, mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak selama kegiatan belajar dilakukan dari rumah.
Menurutnya, pelaksanaan PJJ membutuhkan kedisiplinan dan perhatian bersama. Meski tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah, anak-anak tetap harus menjalankan kewajiban belajar, mengikuti arahan guru, serta menyelesaikan tugas yang diberikan.
Ia menilai, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya. Pengawasan tersebut diperlukan agar anak tidak mengabaikan kegiatan belajar hanya karena tidak berada di lingkungan sekolah.
Bagi orang tua yang harus bekerja di luar rumah, pemantauan tetap dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menanyakan kegiatan belajar anak, menghubungi mereka melalui telepon, atau memastikan tugas-tugas sekolah telah dikerjakan.
“Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak-anak agar tetap melaksanakan PJJ di rumah, belajar dengan baik, serta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Selain memperhatikan pendidikan, Sri juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan anak di tengah kondisi kabut asap. Ia meminta orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Menurutnya, anak-anak perlu mendapat perhatian lebih karena paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan. Terlebih jika mereka beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.
Karena itu, orang tua diharapkan dapat memastikan anak lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, sekaligus mengingatkan mereka agar tidak keluar tanpa keperluan mendesak.
Sri juga menilai pengawasan terhadap aktivitas anak perlu dilakukan untuk mencegah mereka menghabiskan waktu di luar rumah tanpa kegiatan yang jelas. Dengan demikian, waktu yang tersedia selama PJJ dapat dimanfaatkan untuk belajar dan menyelesaikan tugas sekolah.
Ia berharap kondisi yang mengharuskan pembelajaran berlangsung dari rumah tidak mengurangi semangat anak-anak dalam menuntut ilmu. Sebaliknya, situasi tersebut harus menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih terlibat dalam mendampingi proses pendidikan anak.
Sri menegaskan, keberhasilan PJJ tidak hanya bergantung pada guru dan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga. Melalui pengawasan yang konsisten, anak diharapkan tetap disiplin belajar sekaligus terhindar dari risiko kesehatan akibat kabut asap.
“Kami tentu berharap anak-anak tetap berprestasi meskipun saat ini pembelajaran dilakukan melalui PJJ. Karena itu, keseriusan mereka dalam mengikuti pembelajaran harus benar-benar diawasi oleh orang tua,” pungkasnya. nws/fwa-red











