-
DPRD PALANGKA RAYA

TAK CUKUP TERIMA LAPORAN-Dewan Kota Desak Menhut Perhatikan P. Raya

60
×

TAK CUKUP TERIMA LAPORAN-Dewan Kota Desak Menhut Perhatikan P. Raya

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim. FOTO ISTI8MEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat. Untuk memastikan kondisi di daerah tertangani sesuai kebutuhan, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni diminta turun langsung meninjau wilayah-wilayah terdampak, termasuk Kota Palangka Raya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim menilai, peninjauan langsung penting agar pemerintah pusat tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi juga mengetahui kondisi nyata yang dihadapi pemerintah daerah dan masyarakat di lapangan.

“Kami mengharapkan Menteri Kehutanan benar-benar berkeliling ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah agar bisa melihat langsung kondisi karhutla di lapangan,” ujarnya, Senin (13/10/2026).

Menurut Arif, kunjungan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah pusat untuk melihat secara langsung berbagai persoalan dalam penanganan karhutla. Dengan begitu, kebijakan dan dukungan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Ia menegaskan, kondisi di lapangan perlu menjadi dasar dalam mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan. Terlebih, setiap wilayah memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi ancaman maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan.

“Jangan hanya menerima laporan, tetapi perlu melihat sendiri bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi di daerah, khususnya di Kota Palangka Raya,” katanya.

Arif berharap peninjauan tidak hanya berfokus pada satu wilayah, melainkan mencakup seluruh kabupaten dan kota di Kalteng yang menghadapi persoalan karhutla. Dengan demikian, pemerintah pusat dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai situasi yang terjadi sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi dalam upaya penanganannya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Perhatian pemerintah pusat dinilai penting agar upaya pengendalian kebakaran dapat berjalan lebih optimal dan kebutuhan daerah memperoleh tindak lanjut.

Lebih lanjut, Arif berharap hasil peninjauan Menteri Kehutanan dapat disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut seharusnya tidak berhenti pada kegiatan pemantauan semata. Pemerintah pusat diharapkan menindaklanjuti temuan di lapangan melalui langkah konkret, termasuk memperkuat dukungan yang dibutuhkan daerah dalam menghadapi karhutla.

“Kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius terhadap penanganan karhutla setelah melihat langsung kondisi di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya,” pungkasnya. nws/fwa-red

 

-
-
-